Closing Statement Rocky Gerung Ini Bikin Semua Pembicara Terdiam
Sabtu, 07 September 2024 - 12:40 WIB
loading...
A
A
A
Mantan pengajar filsafat di Universitas Indonesia (UI) itu menegaskan bahwa kritik terhadap Presiden Jokowi didasarkan pada metodologis yang jelas. Ia menyatakan tidak ada kebencian kepada Jokowi sebagai manusia.
"Kaesang menikah saya diundang oleh keluarga Jokowi. Anies telepon dari Jogja, Rock di mana Rock, kenapa? Gua itu sudah 3 jam belum bisa ketemu Jokowi karena musti ngantre. Gua bilang, gua diundang malam hari ya bisa langsung masuk tuh. Nggak ada problem," tutur Rocky.
Bahkan, Gibran ketika masih menjabat Wali Kota Solo, kata Rocky, pernah bertandang ke kediamannya untuk belajar. Dalam kunjungan itu, Gibran minta dikritik, sehingga Rocky pun memberikan kritik kepada Gibran, bahkan iparnya, Bobby Nasution yang menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Baca juga: 5 Fakta Debat Silfester Matutina vs Rocky Gerung yang Berakhir Panas dan Penuh Umpatan
Rocky kemudian menceritakan pengalamannya ketika naik Gunung Himalaya. Di ketinggian sekitar 5.000 meter dan suhu minus 20 derajat Celsius ia kehilangan orientasi. Satu-satunya tempat berlindung adalah kandang yah, hewan endemik Himalaya yang mirip banteng kecil. Rocky menggunakan kotoran yah untuk alas tidur menghangatkan diri.
"Kotoran itu berguna untuk menyelamatkan saya. Tidak semua yang najis itu tidak berguna, apalagi dalam politik," katanya.
"Kaesang menikah saya diundang oleh keluarga Jokowi. Anies telepon dari Jogja, Rock di mana Rock, kenapa? Gua itu sudah 3 jam belum bisa ketemu Jokowi karena musti ngantre. Gua bilang, gua diundang malam hari ya bisa langsung masuk tuh. Nggak ada problem," tutur Rocky.
Bahkan, Gibran ketika masih menjabat Wali Kota Solo, kata Rocky, pernah bertandang ke kediamannya untuk belajar. Dalam kunjungan itu, Gibran minta dikritik, sehingga Rocky pun memberikan kritik kepada Gibran, bahkan iparnya, Bobby Nasution yang menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Baca juga: 5 Fakta Debat Silfester Matutina vs Rocky Gerung yang Berakhir Panas dan Penuh Umpatan
Rocky kemudian menceritakan pengalamannya ketika naik Gunung Himalaya. Di ketinggian sekitar 5.000 meter dan suhu minus 20 derajat Celsius ia kehilangan orientasi. Satu-satunya tempat berlindung adalah kandang yah, hewan endemik Himalaya yang mirip banteng kecil. Rocky menggunakan kotoran yah untuk alas tidur menghangatkan diri.
"Kotoran itu berguna untuk menyelamatkan saya. Tidak semua yang najis itu tidak berguna, apalagi dalam politik," katanya.
Lihat Juga :