Negara Harus Mampu Deteksi Ancaman Nonkonvensional

Minggu, 29 September 2019 - 20:58 WIB
Negara Harus Mampu Deteksi...
Negara Harus Mampu Deteksi Ancaman Nonkonvensional
A A A
JAKARTA - Pemuda muslim dinilai memiliki peran penting dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa. Salah satunya dalam ikut menjaga keamanan nasional.

Hal itu dibahas dalam seminar kebangsaan yang mengangkat tema Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Keamanan Nasional. Seminar diselenggarakan oleh DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar di Hotel Mercure, Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten, Sabtu 28 September 2019

Adapun pembicara dalam seminar ini, yakni Kapolres Kota Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan menggantikan Keynote Speaker Ketua Satgas Nusantara Polri yang juga Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, cendikiawan Muslim Yudi Latief, Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Ni'am Sholeh, pengamat politik Adi Prayitno.

Cendikiawan muslim Yudi Latif dalam paparannya menyampaikan bangsa ini harus mulai terbiasa mengenali ancaman keamanan yang bukan ancaman konvensional.

"Musuh kita bukan lagi dari luar atau kriminal berupa pencurian, tetapi ancaman dari dalam seperti serangan ideologi. Tentu cara menghadapinya berbeda karena membutuhkan human security berupa sistem imun," katanya.

Kapolres Kota Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan menyampaikan pemuda muslim dapat berkontribusi dalam keamanan nasional dengan belajar agama Islam secara benar kepada ulama dan kiai yang memiliki kompetensi untuk mengajar agama Islam, bukan belajar dengan guru-guru yang tidak jelas rekam jejak pendidikannya.

Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Ni'am Sholeh menyampaikan pemuda muslim sejak dulu memiliki sejarah panjang intelektual yang tinggi. KH Mas Abdurrahman, KH Hasyim Ashari, maupun KH Ahmad Dahlan menelurkan pemikiran brilian di usia muda sehingga pemuda harus mengasah selalu intelektualnya.

Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, pemuda muslim berbasis pesantren harus mampu bersaing masuk ke perguruan tinggi negeri terkemuka agar dapat menularkan pemikiran Islam yang moderat di kampus umum

"Agar kampus umum tidak gampang disusupi pemikiran yang dapat memecah belah bangsa," tuturnya,

Ketua Umum DPP GEMA Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan seminar kebangsaan ini untuk terus merawat Dan menumbuhkan semangat Kebangsaan di kalangan pemuda dan mahasiswa.
(dam)
Berita Terkait
Mempererat Persaudaraan,...
Mempererat Persaudaraan, Munas Pertama 234SC Hadirkan Banyak Tokoh Nasional
Aliah Sayuti, Aktivis...
Aliah Sayuti, Aktivis Perempuan yang Siap Pimpin Organisasi Kepemudaan KNPI
Resmi Dilantik, Badar...
Resmi Dilantik, Badar Sumsel Siap jadi Mediator Rakyat dan Pemerintah
Apresiasi Respons Cepat...
Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo, Ansor Instruksikan Kader Jaga Kampung
Sikapi Rapat Ritz Carlton,...
Sikapi Rapat Ritz Carlton, Dukungan Mengalir ke Haris Pertama
Digelar Ujug-ujug, Pencopotan...
Digelar Ujug-ujug, Pencopotan Ketum KNPI Haris Pertama Dinilai Tak Sah
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved