alexametrics

Negara Harus Mampu Deteksi Ancaman Nonkonvensional

loading...
Negara Harus Mampu Deteksi Ancaman Nonkonvensional
Seminar kebangsaan bertajuk Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Keamanan Nasional yanng digelar DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar di Hotel Mercure, Alam Sutera, Tangerang, Sabtu 28 September 2019. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Pemuda muslim dinilai memiliki peran penting dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa. Salah satunya dalam ikut menjaga keamanan nasional.

Hal itu dibahas dalam seminar kebangsaan yang mengangkat tema Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Keamanan Nasional. Seminar diselenggarakan oleh DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar di Hotel Mercure, Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten, Sabtu 28 September 2019

Adapun pembicara dalam seminar ini, yakni Kapolres Kota Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan menggantikan Keynote Speaker Ketua Satgas Nusantara Polri yang juga Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, cendikiawan Muslim Yudi Latief, Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Ni'am Sholeh, pengamat politik Adi Prayitno.



Cendikiawan muslim Yudi Latif dalam paparannya menyampaikan bangsa ini harus mulai terbiasa mengenali ancaman keamanan yang bukan ancaman konvensional.

"Musuh kita bukan lagi dari luar atau kriminal berupa pencurian, tetapi ancaman dari dalam seperti serangan ideologi. Tentu cara menghadapinya berbeda karena membutuhkan human security berupa sistem imun," katanya.

Kapolres Kota Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan menyampaikan pemuda muslim dapat berkontribusi dalam keamanan nasional dengan belajar agama Islam secara benar kepada ulama dan kiai yang memiliki kompetensi untuk mengajar agama Islam, bukan belajar dengan guru-guru yang tidak jelas rekam jejak pendidikannya.

Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Ni'am Sholeh menyampaikan pemuda muslim sejak dulu memiliki sejarah panjang intelektual yang tinggi. KH Mas Abdurrahman, KH Hasyim Ashari, maupun KH Ahmad Dahlan menelurkan pemikiran brilian di usia muda sehingga pemuda harus mengasah selalu intelektualnya.

Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, pemuda muslim berbasis pesantren harus mampu bersaing masuk ke perguruan tinggi negeri terkemuka agar dapat menularkan pemikiran Islam yang moderat di kampus umum

"Agar kampus umum tidak gampang disusupi pemikiran yang dapat memecah belah bangsa," tuturnya,

Ketua Umum DPP GEMA Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan seminar kebangsaan ini untuk terus merawat Dan menumbuhkan semangat Kebangsaan di kalangan pemuda dan mahasiswa.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak