Demokrasi Semakin Barbar, Syahganda Nainggolan Cs Akan Gelar Renungan Makna Kemerdekaan
Kamis, 15 Agustus 2024 - 15:50 WIB
loading...
Syahganda Nainggolan bersama sejumlah tokoh lainnya akan menggelar renungan kemerdekaan di Restoran Pulau Dua, Jalan Gatot Subroto, Jakarta pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Politik dari Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan bersama sejumlah tokoh lainnya akan menggelar renungan kemerdekaan di Restoran Pulau Dua, Jalan Gatot Subroto, Jakarta pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Syahganda mengatakan, runtuhnya demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia mendorong puluhan aktivis yang dipenjara di era Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) melakukan renungan kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang.
“Acara tersebut untuk mencari makna kemerdekaan bagi seluruh Rakyat Indonesia,” kata Syahganda Nainggolan selaku koordinator inisiator acara tersebut dalam keterangannya, Kamis (15/8/2024).
Dia mengungkapkan, deklarasi Persaudaraan Tahanan Politik (Tapol) dan Narapidana Politik (Napol) 2014-2024 akan dilaksanakan dalam acara bertema Memaknai Kemerdekaan 17 Agustus 2024 dengan Semangat Persaudaraan Demi NKRI Tercinta itu. Dia mengatakan, persaudaraan ini merupakan simbol organisasi perjuangan untuk mempertahankan demokrasi dan kebebasan berserikat di Indonesia.
Baca juga: Syahganda Dorong MUI Proaktif Dukung Pemerintahan Prabowo
“Sebab, kemunduran demokrasi semakin tajam selama politik dinasti menguasai spirit kehidupan bernegara saat ini,” tuturnya.
“Acara tersebut untuk mencari makna kemerdekaan bagi seluruh Rakyat Indonesia,” kata Syahganda Nainggolan selaku koordinator inisiator acara tersebut dalam keterangannya, Kamis (15/8/2024).
Dia mengungkapkan, deklarasi Persaudaraan Tahanan Politik (Tapol) dan Narapidana Politik (Napol) 2014-2024 akan dilaksanakan dalam acara bertema Memaknai Kemerdekaan 17 Agustus 2024 dengan Semangat Persaudaraan Demi NKRI Tercinta itu. Dia mengatakan, persaudaraan ini merupakan simbol organisasi perjuangan untuk mempertahankan demokrasi dan kebebasan berserikat di Indonesia.
Baca juga: Syahganda Dorong MUI Proaktif Dukung Pemerintahan Prabowo
“Sebab, kemunduran demokrasi semakin tajam selama politik dinasti menguasai spirit kehidupan bernegara saat ini,” tuturnya.
Lihat Juga :