Fadel: Manfaatkan Produk Dalam Negeri untuk Kebutuhan Cyber Security Tanah Air

Selasa, 13 Agustus 2024 - 21:28 WIB
loading...
Fadel: Manfaatkan Produk...
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menilai sudah saatnya Indonesia lebih melirik produk dalam negeri dalam meningkatkan daya saing internasional, khususnya pemenuhan kebutuhan cyber security di Tanah Air. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menilai sudah saatnya Indonesia lebih melirik produk dalam negeri dalam meningkatkan daya saing internasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan cyber security di Tanah Air.

Apalagi saat ini terjadi transformasi digital yang sangat besar di semua lini kehidupan masyarakat. Sehingga, penggunaan perangkat teknologi informasi yang tepat dan efisien menjadi kebutuhan penting.

Baca juga: Mengenal Jurusan Cyber Security dan Prospek Kerjanya yang Menjanjikan

"Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara kita bekerja, berkomunikasi, dan menjalankan pemerintahan. Teknologi seperti big data, artificial intelligence, dan Internet of Things (IoT) telah membuka peluang baru untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor," ujar Fadel, Selasa (13/8/2024).

Apalagi dia melihat saat ini digitalisasi menjadi motor penggerak utama dalam berbagai sektor kehidupan. Perubahan ini dianggapnya tak hanya membawa peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempersiapkan bangsa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai senator, dia memandang peran karya anak bangsa menjadi sangat krusial, terutama dalam mengembangkan solusi teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga aman. Keamanan siber yang holistik menjadi fondasi penting dalam memastikan transformasi digital berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Di sinilah peran karya anak bangsa menjadi sangat penting. Dengan menciptakan solusi keamanan siber yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal, kita dapat memastikan bahwa proses digitalisasi berjalan aman dan terkendali," ungkap Fadel.

Alasan mengapa penggunaan produk anak bangsa menjadi salah satu concern dia saat ini. Karena melihat fakta lapangan bahwa ketika berbicara keamanan siber ternyata bukan hanya soal teknologi yang dipakai, tapi juga soal kesadaran dan kolaborasi yang dibangun di dalam infrastrukturnya.

Bagaimana pendekatan holistik dalam keamanan siber mencakup tidak hanya pengembangan teknologi yang kuat, tetapi juga peningkatan kesadaran di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari individu hingga lembaga pemerintahan. Karena setiap pihak harus memahami risiko yang terkait dengan dunia digital dan bagaimana cara memitigasinya.

Menurut Fadel, Indonesia sebenarnya memiliki banyak sekali talenta muda yang kreatif dan inovatif. Mereka justru adalah kunci dalam membangun solusi teknologi yang dapat mendukung keamanan siber nasional.

Ditambah lagi, persoalan visi Indonesia Emas 2045 sebuah cita-cita besar yang memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen bangsa. Keamanan siber yang kuat dan holistik menjadi salah satu pilar utama yang harus dibangun untuk mencapai visi ini.

Dengan memanfaatkan potensi karya anak bangsa dan menerapkan pendekatan keamanan siber yang komprehensif, dia yakin Indonesia dapat benar-benar memastikan bahwa transformasi digital akan membawa manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia serta melindungi kedaulatan dan keamanan nasional di era digital.

Maka itu, politisi Partai Golkar ini berharap pemerintah memberikan dukungan terhadap karya anak bangsa dalam bidang teknologi informasi baik melalui investasi, pendidikan, maupun kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serta industri.

"Dengan menggalang potensi karya anak bangsa, kita tidak hanya dapat menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal, tetapi juga dapat bersaing di kancah global," ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Politisi PDIP: RUU KKS...
Politisi PDIP: RUU KKS untuk Lindungi Hak Sipil dan Demokrasi
Waspada Phishing: Belajar...
Waspada Phishing: Belajar dari Konflik Siber Iran–Israel
Geopolitik Memanas,...
Geopolitik Memanas, Pemerintah Diminta Evaluasi Penempatan Pusat Data di Luar Negeri
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Rekomendasi
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Jakarta Butuh Ini untuk...
Jakarta Butuh Ini untuk Atasi Penurunan Muka Tanah yang Kritis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved