alexametrics

PPP Bawa Hasil Pertemuan dengan Gerindra ke Jokowi

loading...
PPP Bawa Hasil Pertemuan dengan Gerindra ke Jokowi
Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asrul Sani. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pertemuan antara Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Kamis 15 Agustus 2019 di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membahas berbagai hal.

Sekretaris Jenderal DPP PPP Asrul Sani mengatakan, dalam pertemuan dua petinggi parpol yang sempat berlawanan arah politik dalam Pilpres 2019 tersebut, PPP ingin menggali konsep pembangunan yang berbeda yang ditawarkan Prabowo Subianto.

Nantinya, konsep pembangunan yang ditawarkan Prabowo akan disampaikan kepada Jokowi jika tawaran konsep pembangunan tersebut dinilai bagus. "PPP juga akan membantu mengkomunikasikan dengan Pak Jokowi dan jajarannya apa yang jadi pikiran Pak Prabowo," tutur Asrul kepada wartawan di sela sidang tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (16/8/2019). (Baca Juga: Prabowo: PPP-Gerindra Punya Banyak Kesamaan)



Asrul mengatakan, konsep pembangunan yang disampaikan Prabowo dinilai cukup menarik. Misalnya soal pembangunan mengenai pangan, energi, dan sumber daya air. "Ini yang akan kami sampaikan ke Pak Jokowi juga," paparnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai usulan PAN soal perubahan jumlah pimpinan MPR sebanyak 10 orang dari ketentuan sebelumnya hanya lima orang. "Itu kami diskusikan juga bagaimana dengan sikap Gerindra," urainya.

Poin lainnya, yakni soal Pilkada serentak 2020 di 270 daerah. Asrul mengatakan, koalisi yang terjadi di pusat tidak selalu linier dengan koalisi di bawah. Karena itu, di beberapa daerah, PPP membuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan Gerindra.

Mengenai arah koalisi ke depan apakah PPP mendukung jika Gerindra merapat ke koalisi pemerintah, Asrul mengatakan itu menjadi ranah Jokowi sebagai Presiden. "Kalau PPP menyerahkan kepada Pak Jokowi apakah berkehendak menambah koalisinya. Itu tidak dibahas karena bukan ranah PPP, tapi PPP sudah sampaikan PPP menyerahkan kepada Jokowi," urainya.

Mengenai paket pimpinan MPR ke depan, menurut Asrul hal itu juga menjadi bagian dari poin pembicaraan. "Itu ada karena tidak bisa dipungkiri usul PAN agar semua fraksi ada tempat bersama di MPR. Itu kita bahas. Kita kemarin sepakat ingin mendalami dulu dengan yang lain. Kita tidak ingin gagah-gagahan tetap lima atau harus diubah, ini kita ingin dengar alasan terutama dari yang usul. Saya baru ketemu Yandri (Sekretaris Fraksi PAN DPR Yandri Susanto) , dia bilang okelah nanti kita jelaskan apa alasannya," katanya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak