Pakar: Galon PC Aman Digunakan dan Ramah Lingkungan
Selasa, 06 Agustus 2024 - 08:17 WIB
loading...
A
A
A
Pakar teknologi plastik Wiyu Wahono menuturkan kemasan PC masih sangat aman digunakan masyarakat. Meski sudah dipakai puluhan tahun para konsumen galon guna ulang tidak pernah mengalami gangguan kesehatan apa pun.
Pakar yang sudah mempelajari dunia plastik lebih dari 20 tahun ini melanjutkan galon PC dipilih sebagai kemasan air karena memiliki kekuatan dan lebih ramah lingkungan. Paparan BPA dalam galon guna ulang juga terus menciut saat dipergunakan kembali.
Dalam galon PC, paparan BPA yang masuk ke dalam tubuh dikeluarkan sekitar 2 hingga 4 jam sekali melalui urine atau zat sisa. Sehingga, paparan BPA ke dalam tubuh tidak akan terjadi akumulasi.
"Kalau akumulasi itu artinya menumpuk terus enggak keluar dan ini tidak terjadi. Kalau stibium (antimon, bahan kimia dalam kemasan PET) ini saya tidak tahu tapi kalau BPA ini tidak terjadi akumulasi," ujar dosen teknologi plastik di salah satu kampus di Jerman ini.
Dia mengungkapkan Eropa tidak melarang kemasan PC kecuali yang mengandung BPA melebihi ambang batas aman. Artinya, selama masih di bawah tolerable daily intake (TDI) alias ambang batas aman masih boleh dipergunakan.
"Kalau yang mereka sebut di dunia banyak dilarang, yang dilarang adalah untuk botol bayi. Itu baru betul dilarang sudah lama," ucapnya.
Pakar Teknologi Lingkungan ITB Prof Enri Damanhuri menilai kemasan galon PC bisa menjadi solusi penyediaan air minum yang ramah lingkungan di Indonesia. Mengingat galon memang dibuat untuk bisa digunakan secara berulang dan praktis tanpa menimbulkan potensi timbulnya persoalan sampah plastik.
Pakar yang sudah mempelajari dunia plastik lebih dari 20 tahun ini melanjutkan galon PC dipilih sebagai kemasan air karena memiliki kekuatan dan lebih ramah lingkungan. Paparan BPA dalam galon guna ulang juga terus menciut saat dipergunakan kembali.
Dalam galon PC, paparan BPA yang masuk ke dalam tubuh dikeluarkan sekitar 2 hingga 4 jam sekali melalui urine atau zat sisa. Sehingga, paparan BPA ke dalam tubuh tidak akan terjadi akumulasi.
"Kalau akumulasi itu artinya menumpuk terus enggak keluar dan ini tidak terjadi. Kalau stibium (antimon, bahan kimia dalam kemasan PET) ini saya tidak tahu tapi kalau BPA ini tidak terjadi akumulasi," ujar dosen teknologi plastik di salah satu kampus di Jerman ini.
Dia mengungkapkan Eropa tidak melarang kemasan PC kecuali yang mengandung BPA melebihi ambang batas aman. Artinya, selama masih di bawah tolerable daily intake (TDI) alias ambang batas aman masih boleh dipergunakan.
"Kalau yang mereka sebut di dunia banyak dilarang, yang dilarang adalah untuk botol bayi. Itu baru betul dilarang sudah lama," ucapnya.
Pakar Teknologi Lingkungan ITB Prof Enri Damanhuri menilai kemasan galon PC bisa menjadi solusi penyediaan air minum yang ramah lingkungan di Indonesia. Mengingat galon memang dibuat untuk bisa digunakan secara berulang dan praktis tanpa menimbulkan potensi timbulnya persoalan sampah plastik.
Lihat Juga :