Jokowi Minta Maaf, PDIP: Seluruh Kebijakan Presiden Harus Dipertanggungjawabkan
Minggu, 04 Agustus 2024 - 00:30 WIB
loading...
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto memberikan sambutan di sela wayangan dengan lakon Sumatri Ngenger di Sekolah Partai PDIP, Sabtu (3/8/2024) malam. FOTO/MPI/IRFAN MARUF
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) menanggapi permintaan maaf Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) kepada masyarakat menjelang lengser. PDIP menekankan bahwa seluruh kebijakan presiden harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjawab wartawan di sela-sela wayangan dengan lakon 'Sumatri Ngenger' di Sekolah Partai PDIP, Sabtu (3/8/2024) malam. Hasto menyinggung data impor beras karena tahun ini Indonesia impor 6 juta ton.
"Partai menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan dari seorang presiden itu dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat. Contohnya kami yang selama ini getol menolak impor beras sekarang terbukti bahwa data-data yang sebelumnya disampaikan ternyata manipulatif," kata Hasto.
Jadi, berbagai kebijakan Presiden Jokowi harus dipertanggungjawabkan lebih dahulu, bukan permintaan maaf. "Kebijakan-kebijakan itulah yang harus dipertanggungjawabkan terlebih dahulu kepada rakyat dan itu harus kedepankan, bukan permintaan maafnya dulu," ujar Hasto.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjawab wartawan di sela-sela wayangan dengan lakon 'Sumatri Ngenger' di Sekolah Partai PDIP, Sabtu (3/8/2024) malam. Hasto menyinggung data impor beras karena tahun ini Indonesia impor 6 juta ton.
"Partai menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan dari seorang presiden itu dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat. Contohnya kami yang selama ini getol menolak impor beras sekarang terbukti bahwa data-data yang sebelumnya disampaikan ternyata manipulatif," kata Hasto.
Jadi, berbagai kebijakan Presiden Jokowi harus dipertanggungjawabkan lebih dahulu, bukan permintaan maaf. "Kebijakan-kebijakan itulah yang harus dipertanggungjawabkan terlebih dahulu kepada rakyat dan itu harus kedepankan, bukan permintaan maafnya dulu," ujar Hasto.
Lihat Juga :