Muhammadiyah Sebut Penangkapan Imam Masjid Al-Aqsa Perkeruh Suasana di Palestina
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 18:38 WIB
loading...
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti menilai penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri oleh Polisi Israel memperkeruh suasana di Palestina. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menilai penangkapan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri oleh Polisi Israel memperkeruh suasana di Palestina. Syekh Ekrima ditangkap Israel setelah memimpin salat gaib untuk tokoh Palestina sekaligus pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.
"Penangkapan Syekh Ikrima Sabri merupakan tindakan berlebihan dan tidak bisa dibenarkan," kata Abdul Mu'ti lewat pesan singkat kepada MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).
Abdul Mu'ti menegaskan, penangkapan Syekh Ekrima Sabri ini juga akan memperkeruh suasana di Palestina. Bahkan, Mu'ti khawatir menimbulkan perlawanan oleh masyarakat dunia. "Penangkapan itu akan semakin memperkeruh suasana di Palestina dan menimbulkan perlawanan dari semua elemen masyarakat dunia," ujar Mu'ti.
Ia menegaskan Israel harus menghentikan semua kekerasan dan represi bagi masyarakat Palestina yang tidak berdosa. "Pemerintah Israel harus menghentikan semua bentuk kekerasan dan represi bagi masyarakat yang tidak berdosa," katanya.
"Penangkapan Syekh Ikrima Sabri merupakan tindakan berlebihan dan tidak bisa dibenarkan," kata Abdul Mu'ti lewat pesan singkat kepada MNC Portal, Sabtu (3/8/2024).
Abdul Mu'ti menegaskan, penangkapan Syekh Ekrima Sabri ini juga akan memperkeruh suasana di Palestina. Bahkan, Mu'ti khawatir menimbulkan perlawanan oleh masyarakat dunia. "Penangkapan itu akan semakin memperkeruh suasana di Palestina dan menimbulkan perlawanan dari semua elemen masyarakat dunia," ujar Mu'ti.
Ia menegaskan Israel harus menghentikan semua kekerasan dan represi bagi masyarakat Palestina yang tidak berdosa. "Pemerintah Israel harus menghentikan semua bentuk kekerasan dan represi bagi masyarakat yang tidak berdosa," katanya.
Lihat Juga :