Refleksi 79 Tahun Kemerdekaan RI, Pieter Zulkifli: Korupsi Mewabah di Banyak Sektor
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 11:18 WIB
loading...
Eks Ketua Komisi III DPR Pieter Cannys Zulkifli mengatakan, pemberantasan korupsi kunci mewujudkan Indonesia sejahtera. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Indonesia tepat menginjak usia 79 tahun pada 17 Agustus 2024. Sebagai negara berkembang dan memiliki sumber daya alam yang melimpah, Indonesia belum sepenuhnya menyadari potensi ekonominya.
Eks Ketua Komisi III DPR Pieter Cannys Zulkifli menilai, hal tersebut karena kombinasi berbagai faktor, termasuk korupsi, ketergantungan yang berlebihan pada ekspor komoditas, dan investasi yang tidak memadai dalam sumber daya manusia.
“Mengapa negara-negara kaya akan minyak seperti Venezuela justru mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan? Jawabannya mungkin lebih kompleks. Ketergantungan berlebihan pada satu komoditas, korupsi, dan kurangnya inovasi adalah beberapa faktor yang sering disebut sebagai kutukan sumber daya alam. Indonesia, dengan kekayaan alam yang melimpah, juga tidak luput dari ancaman kutukan ini,” kata Pieter, Sabtu (3/8/2024).
Baca juga: Jokowi Akan Kukuhkan 76 Paskibraka dari 38 Provinsi pada 12 Agustus di IKN
Selama beberapa dekade, kata Pieter, Indonesia telah bergulat dengan kutukan sumber daya, sebuah fenomena di mana negara-negara yang diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah sering kali gagal mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pembangunan yang merata.
“Inilah paradoks Indonesia. Negeri yang diberkahi dengan sumber daya alam yang melimbah, namun relatif miskin dalam banyak hal lainnya. Seperti masih banyaknya penduduk berjuang melawan kemiskinan dan ketimpangan. Korupsi pun merajalela, tak terkecuali korupsi di sekotor sumber daya alam,” papar Pieter.
Baca juga: Logo dan Tema HUT ke-79 Kemerdekaan RI Resmi Diluncurkan
Eks Ketua Komisi III DPR Pieter Cannys Zulkifli menilai, hal tersebut karena kombinasi berbagai faktor, termasuk korupsi, ketergantungan yang berlebihan pada ekspor komoditas, dan investasi yang tidak memadai dalam sumber daya manusia.
“Mengapa negara-negara kaya akan minyak seperti Venezuela justru mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan? Jawabannya mungkin lebih kompleks. Ketergantungan berlebihan pada satu komoditas, korupsi, dan kurangnya inovasi adalah beberapa faktor yang sering disebut sebagai kutukan sumber daya alam. Indonesia, dengan kekayaan alam yang melimpah, juga tidak luput dari ancaman kutukan ini,” kata Pieter, Sabtu (3/8/2024).
Baca juga: Jokowi Akan Kukuhkan 76 Paskibraka dari 38 Provinsi pada 12 Agustus di IKN
Selama beberapa dekade, kata Pieter, Indonesia telah bergulat dengan kutukan sumber daya, sebuah fenomena di mana negara-negara yang diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah sering kali gagal mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pembangunan yang merata.
“Inilah paradoks Indonesia. Negeri yang diberkahi dengan sumber daya alam yang melimbah, namun relatif miskin dalam banyak hal lainnya. Seperti masih banyaknya penduduk berjuang melawan kemiskinan dan ketimpangan. Korupsi pun merajalela, tak terkecuali korupsi di sekotor sumber daya alam,” papar Pieter.
Baca juga: Logo dan Tema HUT ke-79 Kemerdekaan RI Resmi Diluncurkan
Lihat Juga :