Putu BKSAP Ingatkan Dana Perubahan Iklim 100 Miliar Dolar AS Wajib Ditepati
Rabu, 24 Juli 2024 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Anggota Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Pembangunan Berkelanjutan ini mengakui adaptasi perubahan iklim ini harus betul-betul dilakukan secara maksimal. Perlu disadari oleh semua, perubahan iklim ada isu yang nyata, dan langkah mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan.
“Kita lihat isu perubahan iklim ini adalah nyata dengan terjadinya berbagai bencana dan permasalahan antara lain cuaca ekstrem, kekeringan, kebanjiran dan peningkatan suhu yang mangakibatkan gelombang panas yang akhirnya berdampak kepada gagalnya hasil pertanian sehingga food security atau ketahanan pangan dari berbagai negara menjadi terganggu,” jelasnya.
Saat membahas isu climate change itu, Putu mewakili Parlemen Indonesia melakukan intervensi terkait mitigasi dan adaptasi terhadap isu perubahan iklim. “Kita sampaikan bahwa minimal ada dua poin dalam adaptasi perubahan iklim ini, bagaimana kita melakukan strategi komprehensif dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ungkapnya.
Kedua, kata Putu, bagaimana memastikan pendanaan perubahan iklim itu agar secara komprehensif tersedia dan dikontribusikan oleh berbagai negara, khususnya negara-negara maju yang telah melakukan komitmen mendukung 100 miliar dolar Amerika Serikat setiap tahunnya untuk mensupport negara-negara berkembang dan least developed countries (LDC) atau negara-negara miskin dengan pembangunan yang masih sangat terbatas.
“Komitmen negara maju sudah dipastikan dengan nilai minimal 100 miliar dolar komitmen per tahun. Tapi sampai saat ini, justru komitmen itu belum terwujud dan kita tegaskan agar komitmen yang sudah dijanjikan itu harus segera ditepati,” kata Putu.
“Kita lihat isu perubahan iklim ini adalah nyata dengan terjadinya berbagai bencana dan permasalahan antara lain cuaca ekstrem, kekeringan, kebanjiran dan peningkatan suhu yang mangakibatkan gelombang panas yang akhirnya berdampak kepada gagalnya hasil pertanian sehingga food security atau ketahanan pangan dari berbagai negara menjadi terganggu,” jelasnya.
Saat membahas isu climate change itu, Putu mewakili Parlemen Indonesia melakukan intervensi terkait mitigasi dan adaptasi terhadap isu perubahan iklim. “Kita sampaikan bahwa minimal ada dua poin dalam adaptasi perubahan iklim ini, bagaimana kita melakukan strategi komprehensif dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ungkapnya.
Kedua, kata Putu, bagaimana memastikan pendanaan perubahan iklim itu agar secara komprehensif tersedia dan dikontribusikan oleh berbagai negara, khususnya negara-negara maju yang telah melakukan komitmen mendukung 100 miliar dolar Amerika Serikat setiap tahunnya untuk mensupport negara-negara berkembang dan least developed countries (LDC) atau negara-negara miskin dengan pembangunan yang masih sangat terbatas.
“Komitmen negara maju sudah dipastikan dengan nilai minimal 100 miliar dolar komitmen per tahun. Tapi sampai saat ini, justru komitmen itu belum terwujud dan kita tegaskan agar komitmen yang sudah dijanjikan itu harus segera ditepati,” kata Putu.