Perindo Kasih Catatan Penting bagi Plt Ketua KPU Baru agar Pilkada 2024 Ramah Disabilitas
Senin, 08 Juli 2024 - 21:27 WIB
loading...
Partai Perindo memberikan catatan penting bagi Plt Ketua KPU Mochammad Afifuddin yang baru saja dilantik. Beberapa catatan itu agar pelaksanaan Pilkada Serentak November 2024 ramah disabilitas. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Bidang Inklusif dan Keberagaman Partai Perindo Anjas Pranowo memberikan catatan penting bagi Plt Ketua KPU Mochammad Afifuddin yang baru saja dilantik. Beberapa catatan itu agar pelaksanaan Pilkada Serentak November 2024 ramah disabilitas.
Anjas meminta KPU menyediakan kertas braille saat hari pencoblosan. Jika tidak ada kertas tersebut penyandang disabilitas netra yang akan mencoblos surat suara tentunya perlu pendamping di bilik suara.
Baca juga: KPU Kota Bekasi Jamin Hak Politik Penyandang Disabilitas
Pendamping itu tentunya bertentangan dengan asas pemilu yang bersifat bebas, rahasia, jujur, dan adil. "Kita ambil contoh katakanlah, dari Indonesia Merdeka hingga sekarang pemilu berlangsung kertas KPU, kertas surat suara itu yang diproduksi KPU tidak ada satu pun yang kertas braille. Nah, ini kan juga menjadi tanda tanya," ujar Anjas, Senin (8/7/2024).
Infrastruktur sarana penyelenggaraan pemilu yang dilakukan KPU juga masih sangat minim atau tidak aware terhadap teman-teman disabilitas. Teman-teman tuna daksa terkadang kesulitan menuju bilik suara karena keterbatasan yang dimiliki.
Anjas meminta KPU menyediakan kertas braille saat hari pencoblosan. Jika tidak ada kertas tersebut penyandang disabilitas netra yang akan mencoblos surat suara tentunya perlu pendamping di bilik suara.
Baca juga: KPU Kota Bekasi Jamin Hak Politik Penyandang Disabilitas
Pendamping itu tentunya bertentangan dengan asas pemilu yang bersifat bebas, rahasia, jujur, dan adil. "Kita ambil contoh katakanlah, dari Indonesia Merdeka hingga sekarang pemilu berlangsung kertas KPU, kertas surat suara itu yang diproduksi KPU tidak ada satu pun yang kertas braille. Nah, ini kan juga menjadi tanda tanya," ujar Anjas, Senin (8/7/2024).
Infrastruktur sarana penyelenggaraan pemilu yang dilakukan KPU juga masih sangat minim atau tidak aware terhadap teman-teman disabilitas. Teman-teman tuna daksa terkadang kesulitan menuju bilik suara karena keterbatasan yang dimiliki.
Lihat Juga :