Napak Tilas 26 Tahun Reformasi, Mahasiswa Tolak Neo Orba
Sabtu, 29 Juni 2024 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
“Saya siap menjadi teman diskusi sehari hari bersama teman-teman mahasiswa agar spirit perjuangan selalu tetap terjaga. Mari tetap memelihara jiwa kritis sebagai perwujudan dari mahasiswa yang merdeka,” pungkasnya.
Sebelumnya, Napak Tilas 26 Tahun Reformasi digelar di Universitas Mandiri Bina Prestasi, Jalan Jamin Ginting Padang Bulan, Kota Medan, Senin (24/6/2024). Ratusan mahasiswa Sumatera Utara dan Jabodetabek mengikuti aksi yang memajang replikasi 1.000 nisan dan 2.000 tengkorak.
Aksi para mahasiswa itu juga mempertontonkan pameran foto peristiwa 1998 dan juga terdapat mimbas diskusi. Konsolidasi Mahasiswa Sumut Bersatu turut dihadiri moderator Rizki Yusuf Siregar alumni Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Dio Sitepu mahasiswa UMBP, Sandy mahasiswa dari Jabodetabek, dan Petrik Rajagukguk selaku narasumber, serta ratusan mahasiswa dari berbagai kampus.
Berbagai tuntutan para mahasiswa dalam aksi tersebut, di antaranya tolak program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), menyoal demokrasi mati suri, hingga menyinggung konflik agraria atau tanah adat dan tanah adat milik rakyat. Para mahasiswa dan alumni menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan pembacaan sumpah mahasiswa.
Sebelumnya, Napak Tilas 26 Tahun Reformasi digelar di Universitas Mandiri Bina Prestasi, Jalan Jamin Ginting Padang Bulan, Kota Medan, Senin (24/6/2024). Ratusan mahasiswa Sumatera Utara dan Jabodetabek mengikuti aksi yang memajang replikasi 1.000 nisan dan 2.000 tengkorak.
Aksi para mahasiswa itu juga mempertontonkan pameran foto peristiwa 1998 dan juga terdapat mimbas diskusi. Konsolidasi Mahasiswa Sumut Bersatu turut dihadiri moderator Rizki Yusuf Siregar alumni Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Dio Sitepu mahasiswa UMBP, Sandy mahasiswa dari Jabodetabek, dan Petrik Rajagukguk selaku narasumber, serta ratusan mahasiswa dari berbagai kampus.
Berbagai tuntutan para mahasiswa dalam aksi tersebut, di antaranya tolak program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), menyoal demokrasi mati suri, hingga menyinggung konflik agraria atau tanah adat dan tanah adat milik rakyat. Para mahasiswa dan alumni menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan pembacaan sumpah mahasiswa.
(rca)
Lihat Juga :