Geliat Pilkada dan Masa Depan Jakarta

Kamis, 27 Juni 2024 - 16:28 WIB
loading...
A A A
Silakan kelompok politik menentukan syarat tambahan misalnya potensi kemenangan dari sosok yang ada. Itu hal tehnis saja. Partai memang dibentuk untuk meraih kekuasaan. Teori politik di muka bumi mengatakan hal demikian. Jadi, itu hal yang normal saja. Tetapi, dalam menentukan siapa yang akan dicalonkan tentulah bukan hanya melihat bagaimana tingkat elektabilitasnya tetapi bagaimana dampak sosok terhadap pembangunan kepentingan umum dalam berdemokrasi.

Refleksi

PKS kembali menegaskan jati dirinya pada 25 Juni 2024 ketika mengusung paket AMAN yang dikabarkan akan melakukan komunikasi politik dengan Nasdem dan PKB. Di sisi lain, spekulasi tentang pergerakan Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih berjalan. Akankah kubu koalisi membenarkan desas-desus pengusungan calon Ridwan Kamil atau Kaesang Pangarep? Tentu saja pemilihan calon pemimpin seringkali melibatkan pertimbangan yang kompleks, terutama ketika muncul preferensi untuk menghindari kandidat yang dianggap menjadi bagian dari dinasti politik.

Keputusan politik selalu melibatkan pengorbanan dan penyesuaian antara berbagai faktor yang beragam seperti pandangan ideologis, preferensi personal, dan pertimbangan aktual-strategis. Dalam konteks pemilihan Gubernur Jakarta, dinamika ini memainkan peran penting dalam membentuk hasil akhir dan arah politik di tingkat lokal yang tentunya juga berdampak pada skala nasional. Dukungan masyarakat dalam Pilpres bisa saja stabil dan bisa juga berubah dalam Pilkada. Kehadiran kandidat yang jamak turut memperluas pilihan opsional bagi pemilih dalam menentukan sikap politiknya.

Pluralisme kandidat yang memantulkan jamaknya orientasi ideologis akan meningkatkan kesadaran pemilih dalam berpolitik. Selain itu, preferensi personal para pemilih juga potensial berubah jika muncul nama-nama baru yang mewakili keragaman identitas politik. Orang konservatif yang cenderung menjadi simpatisan salah satu parpol bisa bertindak sebagai pemilih progresif jika ia melihat adanya banyak pilihan dan narasi baru dalam politik. Demikian juga, pemilih yang mengambang secara ideologis bisa menjadi pemilih moderat jika ia melihat ada sosok yang mewakili harapan dan gagasannya tentang hidup berdemokrasi.

Pluralisme kandidat adalah kata kunci. Kita tidak bisa memaksa pemilih sayap kanan untuk bergeser menjadi pemilih moderat, tetapi kita bisa menghadirkan keragaman pilihan untuk menciptakan peluang terjadinya perubahan orientasi dan preferensi politik para pemilih. Kita berharap, Pilkada Jakarta akan menghadirkan realitas politik yang demikian sebagai upaya membangun demokrasi yang sehat dan memberikan pelajaran bagi pelaksanaan pilkada di daerah lain di Indonesia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
Kaesang, Ketua Timses...
Kaesang, Ketua Timses Reynaldo Hadiri Malam Kolaborasi Daerah
MK Tegaskan Jakarta...
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Buka Suara
Ambon, Poso, dan Aceh...
Ambon, Poso, dan Aceh Tenang, Anies: Di Situ Ada Sidik Jarinya Pak JK
Anies Bicara soal Pemimpin:...
Anies Bicara soal Pemimpin: Begitu Kepentingan Pribadi Masuk, Kepercayaan Turun
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Rekomendasi
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved