alexametrics

Dunia Usaha Apresiasi Pemilu Berjalan Aman

loading...
Dunia Usaha Apresiasi Pemilu Berjalan Aman
Duni usaha apresiasi Pemilu di tanah air berjalan aman. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
Gonjang-ganjing siapa pemenang dari Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kembali membuat masyarakat terbelah. Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Joko Widodo-Ma’ruf Amin diunggulkan menang oleh sejumlah lembaga survei berdasarkan hasil hitung cepat (quick count).

Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga mengklaim sebagai pemenang pilpres berdasarkan hasil real count internal. Suasana memanas karena diwarnai munculnya informasi bakal terjadi demonstrasi besar-besaran. Namun informasi menyesatkan itu cepat ditangkal pihak kepolisian dan mereka menyatakan hal tersebut tidak benar alias hoaks.

Pelaksanaan Pilpres dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 yang berjalan lancar mendapat respons sangat positif dari kalangan dunia usaha. Simak saja pernyataan dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani.
Dia meyakini Pemilu 2019 yang berjalan aman akan semakin kondusif dan menguntungkan dunia bisnis. Faktanya, kondisi sehari setelah pemilu langsung berdampak pada penguatan pasar modal. Nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun menguat.



Momentum tersebut harus dijaga. Lebih jauh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani yang mengapresiasi positif hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei berharap ke depan pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penciptaan lapangan kerja, dan investasi.

Selain respons positif kalangan pengusaha di dalam negeri, para investor asing pun sepertinya melupakan situasi wait and see. Sehari setelah pelaksanaan Pemilu 2019, sebagaimana diklaim Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, aliran dana (capital inflow ) yang masuk ke Indonesia tercatat sebesar Rp1,2 triliun.

Tak bisa dimungkiri bahwa respons positif dari investor selain karena Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar, juga berkat hasil hitung cepat yang mengunggulkan pasangan nomor urut 01.

Sementara itu sejumlah pengusaha yang bergerak dari berbagai sektor industri telah menitipkan berbagai program yang menjadi prioritas pasangan nomor urut 01 yang unggul lewat hitung cepat.

Pengusaha yang berhimpun di bawah Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) meminta pemerintah segera membentuk badan khusus yang bertugas mengurus logistik. Badan khusus tersebut punya tugas pokok dalam merumuskan dan menyinergikan kebijakan sehingga ke depan logistik bisa lebih efisien.

Pengusaha yang bergerak di sektor ritel tak ketinggalan menyampaikan harapan terhadap pemerintahan baru kelak. Peng­usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi agar bisa berlaku adil terhadap para peritel besar maupun usaha kecil menengah (UKM).

Selain itu sikap adil juga harus dirasakan peritel konvensional dan peritel daring. Apa yang dititipkan kalangan pengusaha logistik hingga pengusaha ritel harus menjadi perhatian serius Jokowi jika kembali mendapat amanah untuk memimpin bangsa ini hingga lima tahun ke depan.

Respons positif dari kalangan pengusaha dan investor asing terhadap hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan kepercayaan pasar sepanjang masa pemerintahan Presiden Jokowi yang fokus pada stabilitas makro dan pembangunan infrastruktur.

Pelaku bisnis optimistis kebijakan ekonomi akan tetap berkelanjutan. Meski demikian tentunya mereka tetap harus bersabar menunggu hasil perhitungan Pemilu 2019 secara resmi dari KPU. Memang muncul persoalan serius, sebab kedua pasangan calon menyatakan memenangi kontestasi pilpres. Pasangan calon nomor urut 01 diunggulkan lembaga survei, sementara pasangan nomor 02 unggul berdasarkan data internal, bahkan sudah melakukan deklarasi kemenangan.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak