alexametrics

Demokrat Diisukan Keluar Koalisi, Ini Komentar Prabowo-Sandi

loading...
Demokrat Diisukan Keluar Koalisi, Ini Komentar Prabowo-Sandi
Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga angkat bicara menaggapi keluarnya Demokrat dari Koalisi Adil dan Makmur. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Debat pamungkas capres-cawapres untuk Pilpres 2019 telah usai dilaksanakan. Berbagai polemik sempat muncul usai debat pamungkas, salah satunya Partai Demokrat yang diisukan sempat keluar dari Koalisi Adil dan Makmur yang mengusung pasangan Prabowo-Sandi.

Isu itu mencuat usai Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyalahkan presiden-presiden sebelumnya terkait kondisi ekonomi Indonesia. Prabowo pun menanyakan kebenaran kabar tersebut, saat dimintai komentar usai debat pamungkas.

"Ah kau, kau dari mana?" ujar Prabowo usai debat, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).



Sedangkan tanggapan dari cCawapres 02 Sandiaga Salahuddin Uno yakni meminta awak media untuk awak media menunggu pernyataan resmi dari Koalisi Indonesia Adil Makmur tentang persoalan tersebut.

"Saya sampaikan nanti tunggu keterangan resmi di konferensi pers," jelas Sandi.

Sebelumnya Prabowo dalam debat menyatakan kesalahan ekonomi di Indonesia sudah terjadi sejak sebelum era Presiden Jokowi. Menurut dia, kesalahan itu selalu dibiarkan sejak sebelum Jokowi menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Jadi, kembali lagi, saya terus terang tidak menyalahkan Pak Jokowi. Saya tidak menyalahkan Bapak, ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Bener. Itu pendapat saya," kata Prabowo dalam debat.

Setelah Prabowo menyatakan itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat keluar dari ruangan. Namun, AHY mengaku hanya keluar untuk ke kamar kecil.

"Tidak, tidak pulang," kata AHY sambil berlalu.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak