alexametrics

3 Kartu Sakti Jokowi Akan Direalisasikan pada 2020

loading...
3 Kartu Sakti Jokowi Akan Direalisasikan pada 2020
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan tiga kartu sakti saat kampanye akbar hadapan ratusan ribu pendukungnya di Kompleks Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (6/4/2019). Koran SINDO/Mohammad Yamin
A+ A-
BATAM - Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan tiga kartu sakti saat kampanye akbar hadapan ratusan ribu pendukungnya di Kompleks Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (6/4/2019).

Pertama kata Jokowi, untuk lulusan SMA/SMK akan ada KIP Kuliah. Kartu ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK yang ingin masuk perguruan tinggi atau akademik baik di dalam maupun luar negeri akan dapat beasiswa. "Kita ingin cetak sebanyak banyaknya sarjana agar kita bisa bersaing dengan negara lain," katanya.

Kedua adalah Kartu Prakerja. Kartu ini kata dia diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK atau yang kena PHK atau yang ingin perbaiki kualitas SDM. Mereka akan diberikan training baik di dalam ataupun di luar negeri. "Dengan kartu ini kalau sudah melakukan pelatihan atau training tapi belum kerja akan ada insentif honor," ungkapnya.



Terakhir, kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini, adalah Kartu Sembako yang dikhususkan untuk ibu-ibu. Menurut Jokowi tiga kartu tersebut baru tahun depan akan direalisasikan karen ini program calon presiden. "Tiga kartu itu akan dianggarkan tahun 2020," ucapnya.

Jokowi mengingatkan masyarakat jika ingin kartu itu terealisasi maka tanggal 17 April mendatang berbondong bondong datang ke TPS dan coblos padangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Ajak teman-teman kita, tetangga, keluarga datang berbondong bondong ke TPS tanggal 17 April. Kalau bisa pakai baju putih. Karena yang akan dicoblos bajunya putih," terangnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak