Bansos Jaga Daya Beli Warga Miskin
Rabu, 08 Mei 2024 - 23:58 WIB
loading...
Program bantuan sosial (bansos) diyakini menjaga daya beli masyarakat miskin. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Program bantuan sosial (bansos) diyakini menjaga daya beli masyarakat miskin. Bansos untuk masyarakat miskin dinilai berdampak pada pertumbuhan ekonomi kuartal I 2024.
“Bansos menjaga daya beli masyarakat kelas miskin dengan proporsi konsumsi terhadap konsumsi nasional yang sebenarnya cukup besar. Jadi bansos memang berdampak positif terhadap konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh positif,” kata Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Rabu (8/5/2024).
Namun, kata dia, pemerintah juga mesti memikirkan nasib kelompok masyarakat rentan miskin yang jumlahnya cukup besar. Mereka tidak termasuk yang mendapatkan bansos.
Baca juga: Risma Ingatkan Pendamping Tak Berhak Usulkan Nama Penerima Bansos
Kelompok rentan miskin cukup terpukul ketika ada kenaikan harga. “Mereka tidak miskin, namun juga tidak berkecukupan, tidak mendapatkan bansos juga. Mereka tertekan dengan kenaikan harga pangan,” kata Nailul.
Hal tersebut membuat konsumsi rumah tangga tidak tumbuh optimal. Efek bansos ini hanya dirasakan warga miskin. “Kelompok yang rentan miskin tidak merasakan efeknya, bahkan merasakan dampak negatif kenaikan harga pangan,” pungkasnya.
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada kuartal I-2024 tumbuh 5,11% secara year on year (YoY). Pertumbuhan ekonomi ini meningkat dari kuartal IV 2023 yang hanya 5,04%.
“Bansos menjaga daya beli masyarakat kelas miskin dengan proporsi konsumsi terhadap konsumsi nasional yang sebenarnya cukup besar. Jadi bansos memang berdampak positif terhadap konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh positif,” kata Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Rabu (8/5/2024).
Namun, kata dia, pemerintah juga mesti memikirkan nasib kelompok masyarakat rentan miskin yang jumlahnya cukup besar. Mereka tidak termasuk yang mendapatkan bansos.
Baca juga: Risma Ingatkan Pendamping Tak Berhak Usulkan Nama Penerima Bansos
Kelompok rentan miskin cukup terpukul ketika ada kenaikan harga. “Mereka tidak miskin, namun juga tidak berkecukupan, tidak mendapatkan bansos juga. Mereka tertekan dengan kenaikan harga pangan,” kata Nailul.
Hal tersebut membuat konsumsi rumah tangga tidak tumbuh optimal. Efek bansos ini hanya dirasakan warga miskin. “Kelompok yang rentan miskin tidak merasakan efeknya, bahkan merasakan dampak negatif kenaikan harga pangan,” pungkasnya.
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada kuartal I-2024 tumbuh 5,11% secara year on year (YoY). Pertumbuhan ekonomi ini meningkat dari kuartal IV 2023 yang hanya 5,04%.
Lihat Juga :