Komisi IX DPR Fokus Awasi Regulasi Baru hingga Keamanan Tenaga Kesehatan

Kamis, 20 Agustus 2020 - 17:52 WIB
loading...
Komisi IX DPR Fokus...
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, pihaknya akan memastikan bahwa tenaga kesehatan dapat menjalankan tugasnya dengan aman. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dalam masa persidangan I tahun 2020-2021, Komisi IX DPR memiliki sejumlah proyeksi kinerja hingga awal Oktober 2020 mendatang. Selain mengawasi sejumlah regulasi baru terkait penanganan COVID-19 , Komisi IX juga akan memastikan bahwa tenaga kesehatan (nakes) dapat menjalankan tugasnya dengan aman.

"Dari sisi regulasi, Komisi IX tentu akan melakukan pengawasan terhadap aturan yang baru saja dikeluarkan oleh pemerintah. Kan ada beberapa tuh aturan yang baru, termasuk Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) dan juga aturan perubahan Inpres (Instruksi Presiden) atau Perpres (Peraturan Presiden) yang terkait dengan perubahan struktur organisasi dalam penanganan COVID-19 ini," kata anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada SINDOnews, Kamis (20/8/2020).

Pelaksana harian (Plh) Ketua Fraksi PAN DPR ini melanjutkan, Komisi IX tentu akan mengevaluasi bagaimana penanganan COVID-19 di Indonesia khususnya, terkait anggaran yang nilainya berkisar Rp25,7 triliun untuk vaksin, antivirus serta sarana dan prasarana kesehatan agar segera terealisasi. "Itu sejauh mana penyerapan dan pelaksanaannya di lapangan," ujar Saleh.(Baca juga: Update Kasus Corona: 147.211 Positif, 100.674 Sembuh, 6.418 Meninggal )

Kemudian, sambung Saleh, pihaknya berharap dapat melakukan pengawasan atas kinerja para tenaga kesehatan di lapangan, terutama terkait keselamatan mereka selama menjalankan tugas sebagai garda terdepan penanganan pandemi COVID-19. "Apakah mereka aman atau tidak. Ini menjadi satu faktor penting yang harus dijaga semua pihak," katanya.

Selain itu, Ketua DPP PAN ini menambahkan, yang tidak kalah penting adalah pencairan insentif tenaga kesehatan yang semestinya sudah selesai. Namun, proses pencairan diperpanjang sampai akhir tahun atau sampai bulan 12. Untuk itu, pihaknya berharap bahwa pada bulan 12 nanti semuanya sudah selesai.

"Makannya pencairan insentif dan santunan yang nilai Rp300 juta itu harus segera dieksekusi oleh pemerintah. Nggak ada alasan bagi pemerintah, itu masalah data aja, masalah data itu kan harus segera diverifikasi, koordinasi pemerintah pusat dan daerah diperlukan," kata Saleh.(Baca juga: Monitor Pak Menkes, Dana Petugas Pemulasaraan Jenazah COVID-19 Belum Cair )
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Rekomendasi
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Berita Terkini
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved