alexametrics

Jokowi: Jangan Diam, Hoaks Harus Dilawan!

loading...
Jokowi: Jangan Diam, Hoaks Harus Dilawan!
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) ikut menyinggung praktik tidak jujur dan hoaks yang sengaja diarahkan pada dirinya. Foto/Okezone
A+ A-
BANTEN - Dalam kampanye perdananya, calon presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) ikut menyinggung praktik tidak jujur dan hoaks yang sengaja diarahkan pada dirinya. Menurut Jokowi, berbeda pilihan adalah hal yang biasa. Namun saat berbeda pilihan menjadi jalan seseorang untuk menghalalkan segala cara, itu yang harus dilawan.

Sebelum membuka kampanye yang menyinggung serangan hoaks, Jokowi bersama grup Band Radja mendendangkan sebait lagu berjudul “Jujurlah Padaku.” Seperti isi lagu Radja itu, Jokowi mengajak kepada kalangan yang kontra terhadapnya agar tidak menjadikan kebohongan sebagai cara untuk menjatuhkan.

(Baca juga: Targetkan Menang 62%, Jokowi Maksimalkan 3 Minggu ke Depan)


Menurut Jokowi, hoaks adalah praktik yang berbahaya karena bisa memecah belah persatuan dan kesatuan yang telah lama terbina di negara tercinta. "Pada kesempatan ini saya ingin mengajak kita semua. Sebab di bawah ini banyak sekali hoax, kabar fitnah, dan kabar bohong. Jangan dibiarkan dan diam. Harus dilawan!" tegas Jokowi di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten, Minggu (24/3/2019).



Jokowi melanjutkan dirinya tidak takut bahwa hoaks akan mengurangi suara. Lebih jauh dari itu, Jokowi khawatir bahwa hoaks akan menggangu persatuan.

“Saudara-saudara berani melawan hoaks, melawan fitnah?" tanya Jokowi yang langsung disambut jawaban “siap” dari para pendukung.

Jokowi melanjutkan perkataannya, "Kita semua harus berani. Jangan sampai persatuan kita, kerukunan, persaudaraan kita pecah karena kabar fitnah dan kabar hoax," ucap Jokowi.

Dia lantas menyebut sejumlah kabar hoaks yang saat ini tersebar di masyarakat. Mulai kabar dihapusnya azan, dilegalkannya zina, perkawinan sejenis, hingga penghapusan pelajaran agama. Jokowi tegas menyebut deretan isu itu sebagai kabar hoaks yang tak mungkin terjadi di Indonesia.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak