alexametrics

Jelang Pencoblosan, KPU Gencar Sosialisasi Tekan Angka Golput

loading...
Jelang Pencoblosan, KPU Gencar Sosialisasi Tekan Angka Golput
KPU terus gencar melakukan sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, untuk menekan angka golongan putih (golput) saat hari pemilihan nanti. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus gencar melakukan sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, untuk menekan angka golongan putih (golput) saat hari pemilihan nanti.

Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan pihaknya secara terus-menerus melakukan sosialisasi agar masyarakat mendatangai tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April mendatang menggunakan hak pilihnya.

"Saat ini, kami dengan jajaran di bawah khususnya relawan demokrasi sudah melakukan sosialisasi yang masif agar pemilih datang ke TPS, memilih pemimpin yang baik, kemudian pentingnya memilih seperti apa, kita sampaikan kepada mereka," kata Ilham di Gedung KPU Jakarta, kemarin.



Menurutnya, sosialisasi KPU dilakukan pada 11 basis pemilih strategis, yakni: pemula, muda, perempuan, disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, warganet, keluarga, serta relawan demokrasi.

"Selain cara itu, kami lakukan sosialisasi melalui film, melalui tatap muka. Ini dilakukan relawan demokrasi yang juga mereka datang ke kantong-kantong suara masyarakat," ungkapnya.

Dia juga mengatakan kampanye rapat umum Pemilu 2019 yang dimulai pada 24 Maret hingga 13 April dinilai akan efektif menekan angka golput saat hari pemilihan nanti. Kampanye rapat umum merupakan kesempatan bagi pasangan calon presiden-wakil presiden maupun partai politik mengajak masyarakat untuk memilih dirinya.

"Sebetulnya yang diuntungkan jika partisipasi pemilih meningkat adalah peserta pemilu. Sejatinya peserta pemilu harus melakukan kampanye yang baik, mengajak masyarakat ke TPS, bukan kemudian lakukan kampanye yang negatif. Mungkin saja penyebab golput itu karena kampanye negatif," katanya.

Keberhasilan partisipasi pemilu yang tinggi, lanjutnya, harus dilakukan oleh peserta pemilu, yakni parpol dan kedua paslon. Karena sejatinya, mereka juga yang diuntungkan jika partisipasi pemilih meningkat.

"Tentu saja peserta pemilu harus melakukan kampanye yang baik, mengajak masyarakat ke TPS, bukan kemudian lakukan kampanye yang negatif karena kampanye negetif mungkin saja jadi penyebab golput itu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman pun menegaskan, terus berupaya untuk bisa memenuhi target partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 sebesar 77,5%. Pihaknya punya tanggung jawab untuk meyakinkan pemilih agar mau menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2019.

"Jangan sia-siakan kesempatan yang anda miliki. KPU melakukan sosialisasi di banyak tempat dengan berbagai macam strategi agar pemilih tidak golput," tegasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak