Jelang Pencoblosan, KPU Gencar Sosialisasi Tekan Angka Golput

Kamis, 21 Maret 2019 - 08:36 WIB
Jelang Pencoblosan,...
Jelang Pencoblosan, KPU Gencar Sosialisasi Tekan Angka Golput
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus gencar melakukan sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, untuk menekan angka golongan putih (golput) saat hari pemilihan nanti.

Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan pihaknya secara terus-menerus melakukan sosialisasi agar masyarakat mendatangai tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April mendatang menggunakan hak pilihnya.

"Saat ini, kami dengan jajaran di bawah khususnya relawan demokrasi sudah melakukan sosialisasi yang masif agar pemilih datang ke TPS, memilih pemimpin yang baik, kemudian pentingnya memilih seperti apa, kita sampaikan kepada mereka," kata Ilham di Gedung KPU Jakarta, kemarin.

Menurutnya, sosialisasi KPU dilakukan pada 11 basis pemilih strategis, yakni: pemula, muda, perempuan, disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, warganet, keluarga, serta relawan demokrasi.

"Selain cara itu, kami lakukan sosialisasi melalui film, melalui tatap muka. Ini dilakukan relawan demokrasi yang juga mereka datang ke kantong-kantong suara masyarakat," ungkapnya.

Dia juga mengatakan kampanye rapat umum Pemilu 2019 yang dimulai pada 24 Maret hingga 13 April dinilai akan efektif menekan angka golput saat hari pemilihan nanti. Kampanye rapat umum merupakan kesempatan bagi pasangan calon presiden-wakil presiden maupun partai politik mengajak masyarakat untuk memilih dirinya.

"Sebetulnya yang diuntungkan jika partisipasi pemilih meningkat adalah peserta pemilu. Sejatinya peserta pemilu harus melakukan kampanye yang baik, mengajak masyarakat ke TPS, bukan kemudian lakukan kampanye yang negatif. Mungkin saja penyebab golput itu karena kampanye negatif," katanya.

Keberhasilan partisipasi pemilu yang tinggi, lanjutnya, harus dilakukan oleh peserta pemilu, yakni parpol dan kedua paslon. Karena sejatinya, mereka juga yang diuntungkan jika partisipasi pemilih meningkat.

"Tentu saja peserta pemilu harus melakukan kampanye yang baik, mengajak masyarakat ke TPS, bukan kemudian lakukan kampanye yang negatif karena kampanye negetif mungkin saja jadi penyebab golput itu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman pun menegaskan, terus berupaya untuk bisa memenuhi target partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 sebesar 77,5%. Pihaknya punya tanggung jawab untuk meyakinkan pemilih agar mau menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2019.

"Jangan sia-siakan kesempatan yang anda miliki. KPU melakukan sosialisasi di banyak tempat dengan berbagai macam strategi agar pemilih tidak golput," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Mantan Angggota KPU...
Mantan Angggota KPU Sebut MK Belokkan Keputusan yang Sudah Lurus
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved