Pendokumentasian Kisah Keluarga Tionghoa di Pedesaan/Kota Kecil
Selasa, 28 Mei 2024 - 12:48 WIB
loading...
Foto: Istimewa
A
A
A
GIOK Sin adalah sebuah novel yang diinspirasi dari kisah nyata. Seperti dijelaskan oleh Tisnawati Simowibowo di bagian prakata, ia menulis novel ini berbasis kisah yang diceritakan oleh sang mertua. Jadi, sesungguhnya cerita ini adalah kisah nyata perjuangan seorang perempuan yang dinovelkan. Kisah tentang ibu mertua sang penulis. Tisnawati mengisahkan perjuangan seorang perempuan bernama Giok Sin dari sejak remaja sampai dengan meninggal di usia 90 tahun.
baca juga: Memupus Bias Tionghoa
Novel karya Tisnawati ini berhasil menggambarkan bagaimana pandangan perempuan Tionghoa tentang kemapanan hidup. Secara kontras Tisnawati membandingkan Giok Sin yang memilih menikah dengan pertimbangan kemapanan ekonomi dengan Gwat Mey yang menikah dengan pertimbangan cinta dan kesenangan. Tentu kedua tokoh ini dilengkapi dengan karakter yang berbeda sehingga kehidupan keluarganya juga berbeda. Giok Sin hidup dengan penuh perhitungan dan kehati-hatian. Sementara Gwat Mey sangat manja dan hanya mengejar kesenangan.
Selain berhasil menggambarkan pandangan perempuan Tionghoa dalam pernikahan, Tisnawati juga sangat berhasil menggambarkan kehidupan budaya orang Tionghoa kota kecil. Tisnawati menyisipkan dua kegiatan budaya, yaitu Imlek dan Peh Cun untuk menggambarkan keterikatan keluarga Tionghoa di kota kecil dengan budaya leluhur.
Tisnawati juga menguraikan bagaimana keluarga Tionghoa berjumpa dengan kekristenan. Pada umumnya keluarga Tionghoa di kota kecil seperti Juwana masih menjalankan budaya Tionghoa, meski sudah mengenal agama baru, yaitu Kristen/Katolik. Perjumpaan budaya Tionghoa dengan Kekristenan tidaklah menimbulkan gejolak yang besar bagi keluarga Tionghoa di kota kecil. Mereka mampu mengadaptasi dua budaya yang berbeda ini dalam kehidupan sehari-hari.
Giok Sin adalah seorang pemudi dari keluarga miskin. Itulah sebabnya saat remaja, selain bersekolah Giok Sin juga bekerja sebagai pemain sandiwara (tonil). Menyadari bahwa beban hidup keluarganya cukup besar, Giok Sin memilih untuk menerima pinangan King Goan, pemuda yang tidak tampan tetapi dari keluarga kaya di Juwana. Giok Sin menolak pinangan Wie Eng, gurunya yang sangat tampan. Kemapanan ekonomi King Goan menjadi pertimbangan utama Giok Sin.
baca juga: Memupus Bias Tionghoa
Novel karya Tisnawati ini berhasil menggambarkan bagaimana pandangan perempuan Tionghoa tentang kemapanan hidup. Secara kontras Tisnawati membandingkan Giok Sin yang memilih menikah dengan pertimbangan kemapanan ekonomi dengan Gwat Mey yang menikah dengan pertimbangan cinta dan kesenangan. Tentu kedua tokoh ini dilengkapi dengan karakter yang berbeda sehingga kehidupan keluarganya juga berbeda. Giok Sin hidup dengan penuh perhitungan dan kehati-hatian. Sementara Gwat Mey sangat manja dan hanya mengejar kesenangan.
Selain berhasil menggambarkan pandangan perempuan Tionghoa dalam pernikahan, Tisnawati juga sangat berhasil menggambarkan kehidupan budaya orang Tionghoa kota kecil. Tisnawati menyisipkan dua kegiatan budaya, yaitu Imlek dan Peh Cun untuk menggambarkan keterikatan keluarga Tionghoa di kota kecil dengan budaya leluhur.
Tisnawati juga menguraikan bagaimana keluarga Tionghoa berjumpa dengan kekristenan. Pada umumnya keluarga Tionghoa di kota kecil seperti Juwana masih menjalankan budaya Tionghoa, meski sudah mengenal agama baru, yaitu Kristen/Katolik. Perjumpaan budaya Tionghoa dengan Kekristenan tidaklah menimbulkan gejolak yang besar bagi keluarga Tionghoa di kota kecil. Mereka mampu mengadaptasi dua budaya yang berbeda ini dalam kehidupan sehari-hari.
Giok Sin adalah seorang pemudi dari keluarga miskin. Itulah sebabnya saat remaja, selain bersekolah Giok Sin juga bekerja sebagai pemain sandiwara (tonil). Menyadari bahwa beban hidup keluarganya cukup besar, Giok Sin memilih untuk menerima pinangan King Goan, pemuda yang tidak tampan tetapi dari keluarga kaya di Juwana. Giok Sin menolak pinangan Wie Eng, gurunya yang sangat tampan. Kemapanan ekonomi King Goan menjadi pertimbangan utama Giok Sin.
Lihat Juga :