Transportasi Publik Lebih Sempurna dengan Akses Pejalan Kaki dan Pesepeda

Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:03 WIB
loading...
Transportasi Publik...
Akses yang memadai bagi pejalan kaki bakal menyempurnakan ketersediaan layanan transportasi publik. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengapresiasi pemerintah dalam mengembangkan transportasi publik di berbagai daerah di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, MTI menilai ada perkembangan pesat dalam layanan transportasi, khususnya di kawasan perkotaan. Sebut saja Transjakarta yang terus berkembang di DKI Jakarta dalam 16 tahun terakhir serta Moda Raya Terpadu (MRT) setahun lalu.

Kendati begitu, Sekretaris Jenderal MTI Harya S Dillon mengingatkan pentingnya negara merancang sistem transportasi secara terintegrasi dan berorientasi pada konsumen. Tidak memandang dari status kepemilikan kendaraan bermotor. Ia meminta pemerintah juga memperhatikan kebutuhan akses terhadap para pejalan kaki dan pengguna sepeda.

Transportasi Publik Lebih Sempurna dengan Akses Pejalan Kaki dan Pesepeda

Jalur peseda di kawan Thamrin, Jakarta Pusat. Foto/dok.SINDOnews

“Mulai dari asas sampai tujuan, negara harus hadir menyediakan sistem yang tidak bergantung pada kendaraan pribadi. Itu yang penting,” kata Dillon dalam seminar daring bertajuk Transportasi untuk Merajut Keberagaman, Rabu (19/8/2020).

(Baca: 2029, Pemerintah Targetkan Jumlah Pergerakan dengan Angkutan Umum Capai 60%)

Menurut dia, integrasi sistem antar-moda transportasi harus memenuhi aspek transferabilitas yaitu memudahkan konsumen atau pengguna untuk berpindah moda angkutan secara sistem. Aspek lainnya yaitu ketersediaan jenis moda atau sarana, struktur atau skema tarif, dan metode pembayaran.

Selain itu, Dillon menilai perlu juga pengembangan integrasi nonfisik yang memanfaatkan teknologi, informasi, dan data. Misalnya, penyediaan layanan informasi transportasi hingga pembayaran terintegrasi.

“Mungkin semua informasi tersebut bisa di smartphone, pembayaran juga bisa dilakukan dengan media yang sudah ada. Integrasi itu sudah coba dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan Kementerian BUMN, antara kereta MRT dengan Transjakarta,”

(Baca: Perlu Pengaturan Jam Kerja untuk Kurangi Kepadatan di Transportasi Umum)

Dillon mengatakan, kemacetan di kawasan perkotaan yang terjadi sekarang ini karena sistem layanan transportasi yang dibangun lebih berpihak pada pemilik kendaraan bermotor. Hal itu mendorong masyarakat terpicu untuk membeli kendaraan, terutama sepeda motor karena harganya relatif lebih terjangkau.

“Jadi kalau sekarang ada keluhan mengenai kemacetan, kepemilikan roda dua terlalu tinggi, karena selama ini (pemerintah) belum berhasil menyediakan layanan angkutan umum yang terintegrasi dari asas sampai tujuan secara mulus,” tukasnya.

Lantaran itu, ia mendorong pemerintah agar melakukan pembenahan akses transportasi dan ekosistem yang ada sekarang ini. Dia optimistis layanan transportasi umum dalam lima tahun ke depan akan semakin maju dan terintegrasi.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Kecelakaan Maut Kereta...
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Mendesak Audit Keselamatan Perkeretaapian
Operasi Zebra 2025 Utamakan...
Operasi Zebra 2025 Utamakan Keselamatan Warga, Analis Puji Kakorlantas Polri
DPR Apresiasi Rencana...
DPR Apresiasi Rencana Presiden Prabowo Bangun Jalur Kereta Luar Jawa
TransJakarta, Non-Farebox...
TransJakarta, Non-Farebox Revenue, dan Masa Depan Transportasi Umum Jakarta
Polemik Utang Kereta...
Polemik Utang Kereta Cepat Whoosh, Jokowi Ungkap Keuntungan Sosial
Perjalanan Komuter Capai...
Perjalanan Komuter Capai 1,5 Juta per Hari, Kelembagaan Transportasi Perlu Diintegrasikan
Cetak Sejarah, Jakarta...
Cetak Sejarah, Jakarta Pro Cycling Team Kuasai Tour de Algerie 2026
Pejalan Kaki Tewas Tertemper...
Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Cikarang-Kampung Bandan di Bekasi
Rekomendasi
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved