BKKBN Juga Wajib Pikirkan Pendidikan Perempuan, Bukan Cuma Kontrasepsi
Selasa, 18 Agustus 2020 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Dewan Pakar Menteri Desa PDTT itu menilai salah satu kunci keberhasilan dari pembangunan manusia yaitu pendidikan. Bukan diukur dari kepintaran anak, tapi lamanya mereka ikut sekolah resmi, pemerataan pendidikan, kesetaraan dan kerjasama.
(Baca: BKKBN: Bonus Demografi Harus Bisa Menjadi Bonus Kesejahteraan)
Karena itu dirinya meminta agar BKKBN tidak takut untuk menegur bupati maupun camat bila masih banyak anak perempuan di desa yang belum bisa mengakses pendidikan wajib belajar. Termasuk juga, ikut berperan mendidik anak balita di masa sekarang yang akan menjadi generasi berikut pada 2045 nanti atau tepat 100 tahun kemerdekaan Indonesia.
“Kalau perlu sampai anak di keluarga miskin bisa mengikuti pendidikan di tingkat PAUD, SD, SMP, SMA. Karena (peran) BKKBN menjual sumber daya manusia, sumber daya keluarga, dan orang untuk dinaikkan indikatornya menjadi sangat positif,” tukasnya.
(Baca: BKKBN: Bonus Demografi Harus Bisa Menjadi Bonus Kesejahteraan)
Karena itu dirinya meminta agar BKKBN tidak takut untuk menegur bupati maupun camat bila masih banyak anak perempuan di desa yang belum bisa mengakses pendidikan wajib belajar. Termasuk juga, ikut berperan mendidik anak balita di masa sekarang yang akan menjadi generasi berikut pada 2045 nanti atau tepat 100 tahun kemerdekaan Indonesia.
“Kalau perlu sampai anak di keluarga miskin bisa mengikuti pendidikan di tingkat PAUD, SD, SMP, SMA. Karena (peran) BKKBN menjual sumber daya manusia, sumber daya keluarga, dan orang untuk dinaikkan indikatornya menjadi sangat positif,” tukasnya.
(muh)
Lihat Juga :