BKKBN Juga Wajib Pikirkan Pendidikan Perempuan, Bukan Cuma Kontrasepsi

Selasa, 18 Agustus 2020 - 17:13 WIB
loading...
BKKBN Juga Wajib Pikirkan...
Foto/ilustrasi.ist
A A A
JAKARTA - Menciptakan keluarga yang sejahtera dan mandiri bukanlah pekerjaan mudah. Ada banyak indikator atau tolok ukur yang harus ditangani. Salah satunya mencakup pemerataan pendidikan.

Mantan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Haryono Suyono meminta agar BKKBN bukan sekadar memprioritaskan penanganan program Keluarga Berencana (KB). Lebih dari itu, dia mendorong agar lembaga tersebut juga ikut serta dalam menangani masalah kependudukan, di antaranya yaitu membantu pemerintah mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang maju dan unggul.

Haryono menilai BKKBN harus berperan menghasilkan generasi muda, khususnya anak perempuan menjadi cerdas dan maju. Misalnya, dengan melihat kondisi siswa perempuan di sekolah dasar hingga menengah yang berada di desa-desa.

“Kalau tidak separuh muridnya perempuan, berarti anak perempuan tidak sekolah. Kalau tidak sama dengan laki-laki, berarti anak perempuan desa itu tidak sampai ke tingkat SMA,” ujarnya dalam seminar daring memperingati HUT RI ke-75 dan 50 Tahun BKKBN, Selasa (18/8/2020).

(Baca: BKKBN Gandeng BIG Benahi Data Kependudukan Indonesia)

Langkah itu menurutnya mudah. Tidak perlu harus melakukan sensus, survei, tetapi cukup datang saja ke setiap SMP yang ada di setiap desa kecamatan. Upaya itu bisa melibatkan petugas di lapangan dan relawan BKKBN yang tersebar di berbagai daerah.

“Jadi, petugasnya kalau ke desa jangan cuma (sosialisasi) tentang penggunaan kontrasepsi, tapi juga datang ke sekolah. Kalau tidak sampai separuh anak perempuannya, ini berarti BKKBN ikut gagal dalam bidang kependudukannya,” terang dia.

Ketua Dewan Pakar Menteri Desa PDTT itu menilai salah satu kunci keberhasilan dari pembangunan manusia yaitu pendidikan. Bukan diukur dari kepintaran anak, tapi lamanya mereka ikut sekolah resmi, pemerataan pendidikan, kesetaraan dan kerjasama.

(Baca: BKKBN: Bonus Demografi Harus Bisa Menjadi Bonus Kesejahteraan)

Karena itu dirinya meminta agar BKKBN tidak takut untuk menegur bupati maupun camat bila masih banyak anak perempuan di desa yang belum bisa mengakses pendidikan wajib belajar. Termasuk juga, ikut berperan mendidik anak balita di masa sekarang yang akan menjadi generasi berikut pada 2045 nanti atau tepat 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Kalau perlu sampai anak di keluarga miskin bisa mengikuti pendidikan di tingkat PAUD, SD, SMP, SMA. Karena (peran) BKKBN menjual sumber daya manusia, sumber daya keluarga, dan orang untuk dinaikkan indikatornya menjadi sangat positif,” tukasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Isu Hankam hingga Pendidikan Dibahas
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Rekomendasi
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Berita Terkini
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved