alexametrics

Proxy War sebagai Ancaman Bangsa

loading...
Proxy War sebagai Ancaman Bangsa
Pemerhati Masalah Sosial, Politik dan Ekonomi Dalam Negeri dan Alumni S2 Fisipol Universitas Indonesia, Muhammad Sadji. Foto/KORAN SINDO
A+ A-
Muhammad Sadji Pemerhati Masalah Sosial, Politik dan Ekonomi Dalam Negeri,

Alumni S2 Fisipol Universitas Indonesia







JENDERAL Gatot Nurmantyo sewaktu menjabat Panglima TNI dalam berbagai kesempatan telah mengidentifikasi isu proxy war yang merupakan ancaman utama bagi bangsa Indonesia pada abad ke-21. Proxy war adalah perang ketika pihak yang berkepentingan tidak ikut terlibat langsung pada saat perang tersebut terjadi, tahu-tahu mendapatkan keuntungan dan manfaat dari hasil peperangan itu.



Padahal perang adalah upaya suatu bangsa atau negara untuk melumpuhkan bangsa atau negara lain. Tujuannya bermacam-macam, antara lain, karena ingin menguasai bangsa lain untuk mengangkangi kekayaan alamnya atau akan mengangkangi pasar potensialnya. Selain itu, juga untuk menguasai geopolitik maupun geostrategisnya serta membuat suatu bangsa atau negara lain tetap dalam keadaan tak berdaya, merana, walaupun sebenarnya kaya raya.



Dalam proxy war, negara yang berkepentingan, memanfaatkan potensi konflik di negara sasaran, misalnya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Hal ini melumpuhkan otak dan raga melalui penyebaran narkoba, miras, dan pornografi, serta maraknya perilaku KKN sehingga terciptanya ketidakadilan menyebabkan timbulnya kerawanan kesenjangan dan konflik sosial berkepanjangan. Apabila ditelaah lebih dalam dan jujur, agaknya tidak usah menunggu abad 21, sekarang pun dan bahkan sebelumnya, sebenarnya bangsa Indonesia sudah merupakan korban proxy war.
halaman ke-1 dari 4
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak