Siapkah PT DI Go Global?

Senin, 29 April 2024 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Menurut dia, berdasar kajian Bappenas dan pemangku kepentingan lainnya, Indonesia harus mau belajar dari Amerika Serikat (AS). Hal itu karena industri kedirgantaraan di AS menjadi industri dengan rata-rata upah terbesar kedua setelah sektor informasi dan teknologi (IT). Karena itulah, Indonesia mau tidak mau harus membuat industri pesawat dalam negeri menjadi berjaya. Pengembangan industri kedirgantaraan pun sudah masuk ke dalam dalam Visi Indonesia 2045.

Jika pemerintah mampu mendorong industri pesawat terbang dalam negeri menggeliat, maka industri terkait lainnya pasti ikut bergerak. Dengan kata lain, industri dirgantara dapat menciptakan efek pengganda bagi perekonomian Indonesia.

Pada satu abad perayaan kemerdekaan RI nanti, sektor industri tersebut ditargetkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 26% produk domestik bruto (PDB). Namun Amalia menyadari, upaya mencapai target tersebut tidaklah mudah dan tidak bisa diserahkan ke PT DI semata. Karena itulah, semua pemangku kepentingan harus melakukan collaborative effort.

Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan dalam sebuah wawancana dengan media juga telah menggariskan, guna memaksimalkan industri dirgantara, pihaknya memanfaatkan peluang besar dari pemerintah untuk menyediakan alutsista udara, baik pengadaan maupun kemampuan services. Selain itu, PT DI dituntut kesiapan organisasi, upgrade teknologi, hingga networking secara global, termasuk membangun ekosistem di dalamnya.

Kapasitas Produksi dan Kolaborasi
Pertanyaan pertama untuk menjawab sejauh mana PT DI siap menghadapi tantangan dan go global adalah sejauh mana perusahaan tersebut memiliki kapasitas produksi? Tentu hal ini selaras dengan upgrade teknologi produksi. Bila sebelumnya PT DI hanya mampu memproduksi 2 atau 3 unit pesawat CN235 dalam setahun, ternyata sekarang sudah mampu memproduksi 8 unit pesawat turboprop kelas menengah bermesin dua tersebut.

Kondisi tersebut terwujud setelah revitalisasi dan reformasi prosedur kerja. Bahkan pemerintah sudah memasang target perseroan memiliki kapasitas produksi pesawat jenis tersebut 24 unit setahun.Dalam jangka menengah sejak 2023, kapasitas PT DI sudah menyentuh minimal 20 unit.Peningkatan kapasitas produksi ini mutlak dilakukan PT DI, bukan hanya untuk CN235, NC212i, juga untuk N-219 yang mulai masuk lini produksi, untuk merespons lonjakan pesanan.

Tak dapat dimungkiri, peningkatan dimaksud terwujud dari dukungan pendanaan. Dalam RAPBN tahun anggaran 2024, pemerintah menetapkan investasi kepada sektor infrastruktur, industri dan lainnya akan dilakukan melalui alokasi PMN. Adapun, nilainya diperkirakan mencapai Rp28,59 triliun.

PT DI melalui induk holding-nya yaitu PT Len Industri (Persero) sebesar Rp600 miliar. Outstanding utang PT DI sebesar USD43,5 juta tersebut berupa utang pokok sebesar US43,5 juta dan bunga sebesar US$56.100.000.

Masih terkait dengan peningkatan kapasitas produksi, PT DI tentu juga harus menyiapkan dan menggembleng sumber daya manusia (SDM), termasuk meneruskan para senior yang harus memasuki masa pensiun. Pergeseran SDM ini dilakukan PT DI dengan melibatkan 400 insinyur ahli penerbangan dalam proyek N219. Di antara mereka, 150 insinyur dilibatkan untuk arean desain, 60 di antaranya orang baru, dan hampir 300 orang dilibatkan dalam sektor produksi. Dengan pelibatan tersebut, akan semakin banyak insinyur yang bisa disiapkan untuk proyek-proyek PT DI lainnya.

Dalam konteks pengembangan SDM, PT DI tentu juga bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti ITB Bandung dan institusi kedirgantaraan seperti Airbus. Seperti dengan Airbus, selain pengembangan bisnis produksi komponen aerostruktur, PT DI juga bekerjasama dalam manajemen dan teknis, serta perencanan SDM. Airbus sebagai mitra strategis yang berkontribusi dalam transformasi PT DI menjadi pemain utama industri pesawat di kawasan.

Masih terkait dengan pengembangan kapasitas produksi, PT DI memperkokoh kemitraan dengan Bell Textron Inc. dan Honeywell yang diarahkan untuk mendorong perusahaan BUMN yang berada di bawah Holding Defend ID tersebut menjadi pemain MRO (maintenance, repair dan operation) global, serta mendorong pengembangan ekosistem industri penerbangan nasional, dan memperkuat posisi PT DI sebagai tier-I global supply chain industri aerostructure.

Selain kesiapan produksi, akselerasi kinerja yang belakangan ditunjukkan PT DI tak lepas dari dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta nasional untuk memborong pesawat -baik pesawat N219, NC212i, hingga CN235 . Dukungan pemasaran ini penting untuk membangun fondasi eksistensi PT DI, sebelum memperluas pasar secara global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Isu Hankam hingga Pendidikan Dibahas
Regionalisme Asia dan...
Regionalisme Asia dan Dilema Indonesia di Tengah Struktur Global
Isu Perjanjian Akses...
Isu Perjanjian Akses Udara untuk Militer AS, DPR: Seluruh Kerja Sama Harus Hormati Prinsip Kedaulatan
Indonesia dan AS Perkuat...
Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Modernisasi hingga Pelatihan Militer Bersama
KSAU Pakistan Temui...
KSAU Pakistan Temui Presiden Prabowo di Istana, Bahas Apa?
Momen Haru Anak Korban...
Momen Haru Anak Korban Pesawat ATR Bacakan Puisi dan Doakan Jenazah Ayahnya
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
Rekomendasi
PNJ Telaah Sanksi Tindak...
PNJ Telaah Sanksi Tindak Asusila Sesama Jenis di Kampus
Setelah 18 Tahun Dee...
Setelah 18 Tahun Dee Lestari Akhirnya Rilis Album Lagi, Mendiang Suami Jadi Alasan
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Berita Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Kenakan Rompi Oranye dan Diborgol
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved