Siapkah PT DI Go Global?

Senin, 29 April 2024 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Di antara produk PT DI yang mendapat perhatian adalah N219. PT DI mengidentifikasi dan memproyeksikan potensi kebutuhan pasar N219 di dalam negeri mencapai 131 pesawat. Angka itu terdiri 77 pesawat biasa dan 54 pesawat amfibi, yang bisa digunakan untuk pemerintah daerah (pemda), sektor pertahanan, hingga kelembagaan.Di antara pembeli yang sudah teken kontrak adalah PT Karya Logistik Indotama (KLI) untuk 11 unit N219, TNI AD (10 unit) dan Pemprov Kepri (2 unit).

Untuk ekspansi pasar internasional, PT DI melakukan kolaborasi dengan pihak ketiga yang berperan sebagai marketing. Seperti di kawasan Afrika, PT DI bekerjasama dengan Allied Aeronautics Limited (AAL), termasuk terakhir untuk pengadaan 4 unit CN235-220 dengan end user Angkatan Darat Nigeria. Kolaborasi dibutuhkan untuk memperluas jangkauan pasar benua hitam tersebut. Selain Nigeri, negara di Afrika menjadi pelanggan PT DI adalah Senegal, Burkina Faso, dan Guinea.

PT DI juga sudah berkolaborasi dengan Turkish Aerospace dan Linkfield Technologies China. Bahkan di sela The Aera Asia 2023 di Zuhai International Airshow Center, China, Linkfield Technologies China telah menyuguhkan transaksi 25 unit N219. Dari ke-25 pesawat yang dipesan, rencananya 5 unit di antaranya akan digunakan sebuah airlines dan 20 unit lainnya untuk leasing company di negeri Tirai Bambu tersebut.

Tentu tak luput kolaborasi dengan perusahaan asal Malaysia, Indo Pasific Resources, yang telah berkontribusi mewujudkan kontrak pembelian 23 unit helikopter angkut kelas medium untuk end user negara di Asia Tenggara. Masih dengan perusahaan Malaysia, PT DI juga telah menandatangani MoU dengan AIROD Sdn. Bhd. untuk memasarkan dan menjual pesawat N219.

Tak kalah penting, PT DI juga harus berkolaborasi dengan lembaga keuangan. Dalam konteks ini, PT DI telah bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk memberikan solusi pembiayaan, termasuk untuk ekspor enam unit pesawat terbang NC212i yang dipesan Department of National Defense/Armed Forces of Philippines (DND/AFP) senilai USD79 juta. Pembiayaan tersebut dilakukan dengan skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National Interest Account (NIA).

Sebelumnya, LPEI telah memberikan dua fasilitas modal kerja ekspor untuk mendukung pelaksanaan kontrak PT DI dengan Nepal berupa 1 unit CN235-220 Military Transport senilai USD30 juta dan kontrak PT DI dengan Senegal berupa 1 unit CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) senilai USD24 juta. Kedua unit pesawat tersebut telah berhasil dikirimkan pada tahun 2021 lalu.

Bila melihat berbagai langkah bisnis yang ditunjukkan, maka PT DI bisa dianggap sudah sangat siap untuk go global karena sudah memilki pondasi kuat. Pondasi dimaksud adalah kapasitas produksi cukup, ketersedian dan kesiapan SDM, sudah menjadi bagian dari supply chain industri penerbangan dunia, adanya kolaborasi dengan berbagai perusahaan asing untuk mendukung pemasaran.

Tak kalah penting sebagai prasyarat PT DI untuk memiliki pijakan kuat untuk go global adalah dukungan domestik yang cukup -dalam hal ini banyaknya transaksi yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta nasional terhadap produk PT DI; dan adanya solusi pembiayaan termasuk untuk mendukung kelancaran ekspor pesawat. Tak kalah pentingnya adalah sudah terbentuknya ekosistem seperti PT NTP, PT LEN dan sebagainya.

Potensi Indonesia untuk menjadi pemain utama industri penerbangan dunia terbuka karena tidak banyak negara memiliki kompetensi industri dirgantara, terlebih Indonesia fokus pada pesawat propeller atau baling-baling -terutama untuk pesawat angkut kelas medium dan ringan.Kendati demikian, PT DI tetap dituntut untuk selalu melakukan inovasi demi merespons dinamika kebutuhan pasar.(*)

Referensi: Diolah dari Berbagai Sumber
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Isu Hankam hingga Pendidikan Dibahas
Regionalisme Asia dan...
Regionalisme Asia dan Dilema Indonesia di Tengah Struktur Global
Isu Perjanjian Akses...
Isu Perjanjian Akses Udara untuk Militer AS, DPR: Seluruh Kerja Sama Harus Hormati Prinsip Kedaulatan
Indonesia dan AS Perkuat...
Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Modernisasi hingga Pelatihan Militer Bersama
KSAU Pakistan Temui...
KSAU Pakistan Temui Presiden Prabowo di Istana, Bahas Apa?
Momen Haru Anak Korban...
Momen Haru Anak Korban Pesawat ATR Bacakan Puisi dan Doakan Jenazah Ayahnya
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
Rekomendasi
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Pengadilan Tolak Seluruh...
Pengadilan Tolak Seluruh Gugatan Nikita Mirzani, Reza Gladys Menang Telak
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved