Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT Timah
Jum'at, 26 April 2024 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
"Setelah dilakukan kesehatan, 3 orang kami lakukan penahanan FR di Rutan Salemba Kejagung, AS, SW di Salemba Jakpus. Sedangkan BN karena alasan kesehatan tidak kami lakukan penahanan, sedangkan HL kita panggil hari ini, selanjutnya tim penyidik akan dipanggil untuk jadi tersangka," jelasnya.
Mereka dibawa untuk menjalani penahanan sebagai tersangka. Para tersangka dilakukan bakal dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan.
Sebagai informasi, kasus ini bermula saat sejumlah tersangka dalam kasus ini melakukan pertemuan dengan eks petinggi PT Timah Tbk (TINS) untuk melakukan penambangan pada 2018. Petinggi PT Timah itu, yakni Riza Pahlevi dan Emil Emindra diduga mengakomodir pertambangan timah ilegal. Dari pertemuan tersebut telah membuahkan hasil kerja sama antara PT Timah dan sejumlah perusahaan dengan sewa-menyewa peralatan untuk proses peleburan.
Baca juga: Kejagung Sita 4 Smelter dan Alat Berat Terkait Kasus Korupsi Timah
Dengan demikian, untuk membuat biji timah ilegal seolah-olah legal, sejumlah swasta bekerja sama dengan PT Timah untuk penerbitan surat perintah kerja (SPK). Selain itu, tersangka penyelanggara negara ini juga diduga melegalkan kegiatan perusahaan boneka menambang timah dengan cara menerbitkan Surat Perintah Kerja Borongan Pengangkutan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) mineral timah.
Mereka dibawa untuk menjalani penahanan sebagai tersangka. Para tersangka dilakukan bakal dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan.
Sebagai informasi, kasus ini bermula saat sejumlah tersangka dalam kasus ini melakukan pertemuan dengan eks petinggi PT Timah Tbk (TINS) untuk melakukan penambangan pada 2018. Petinggi PT Timah itu, yakni Riza Pahlevi dan Emil Emindra diduga mengakomodir pertambangan timah ilegal. Dari pertemuan tersebut telah membuahkan hasil kerja sama antara PT Timah dan sejumlah perusahaan dengan sewa-menyewa peralatan untuk proses peleburan.
Baca juga: Kejagung Sita 4 Smelter dan Alat Berat Terkait Kasus Korupsi Timah
Dengan demikian, untuk membuat biji timah ilegal seolah-olah legal, sejumlah swasta bekerja sama dengan PT Timah untuk penerbitan surat perintah kerja (SPK). Selain itu, tersangka penyelanggara negara ini juga diduga melegalkan kegiatan perusahaan boneka menambang timah dengan cara menerbitkan Surat Perintah Kerja Borongan Pengangkutan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) mineral timah.
Lihat Juga :