Epidemiolog Soroti Efektivitas Vaksin Virus Corona Buatan China

Selasa, 18 Agustus 2020 - 04:06 WIB
loading...
Epidemiolog Soroti Efektivitas...
Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyoroti efektivitas vaksin virus Corona atau COVID-19, Sinovac buatan China yang sedang diuji klinis tahap III di Bandung. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyoroti efektivitas vaksin virus Corona atau COVID-19, Sinovac buatan China yang sedang diuji klinis tahap III di Bandung. Namun, Dicky berharap vaksin buatan China itu bisa memberikan penanganan yang terbaik dalam mengatasi pandemi COVID-19.

"Untuk riset vaksin yang saat ini sedang dilakukan di Bandung, kita berharap yang terbaik. Namun tetap realistis, mengingat tidak ada jaminan akan memiliki tingkat efektivitas yang kita harapkan," kata Dicky melalui pesan singkatnya, Selasa (18/8/2020).

Secara epidemiologi, sambung Dicky, pada pertengahan tahun depan diperkirakan Indonesia sudah memiliki minimal satu persen penduduk yang terinfeksi. Dengan demikian, masyarakat dengan sendirinya sudah memiliki antibodi tersendiri.

"Sehingga, setidaknya kita memerlukan vaksin yang memiliki efektivitas 85% agar terbebas dari keharusan menerapkan social dan physical distancing," imbuhnya. (Baca juga; Pasien OTG Covid-19 Tak Perlu Tes Swab Ulang, Hanya Jalani Isolasi )

Dicky menilai vaksin COVID-19 yang ditemukan oleh berbagai negara di dunia pada gelombang pertama, umumnya hanya memiliki efektifitas di kisaran 40 sampai 70%. Hal itu, tentu masih kurang efektif untuk benar-benar menangkal virus corona.

"Artinya, secara strategi eliminasi COVID-19, dunia harus melakukan kombinasi antara vaksinasi dan tes lacak, isolasi, juga social physical distancing," pungkasnya. (Baca juga; Akademisi Apresiasi Pembagian Masker oleh PKK dan IKAPTK )
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Dukung Program Prabowo,...
Dukung Program Prabowo, Korpri Luncurkan Program 1 Juta Vaksin untuk ASN
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Ibas: Kita Dukung Vaksin...
Ibas: Kita Dukung Vaksin TBC dan Malaria untuk Kesehatan Masyarakat
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Habis Covid-19, Muncul...
Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran
Vaksin Flu saat Hamil,...
Vaksin Flu saat Hamil, Amankah? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Kemenkes Tegaskan Vaksin...
Kemenkes Tegaskan Vaksin MR Aman, Stok Jutaan Dosis Disiapkan Hadapi Lonjakan Campak
Rekomendasi
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Australia vs Turki,...
Australia vs Turki, Gol Solo Nestory Irankunda Bikin Socceroos Unggul di Babak Pertama
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved