UGM: Ada Kekhawatiran Reformasi Jilid II Jika Putusan MK Tak Cerminkan Rasa Keadilan
Senin, 22 April 2024 - 07:09 WIB
loading...
Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran (Unpad) Susi Dwi Harijanti mengungkapkan kekhawatirannya terjadi Reformasi Jilid II jika putusan MK tidak mencerminkan rasa keadilan. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran (Unpad) Susi Dwi Harijanti mengungkapkan kekhawatirannya terjadi Reformasi Jilid II. Hal itu jika sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) tak mencerminkan rasa keadilan untuk masyarakat.
Dikhawatirkan rakyat akan marah dan menimbulkan potensi terjadinya gerakan Reformasi Jilid II. Sebab runtutannya telah dimulai dari pelanggaran etik di MK dan KPU, lalu pengisian jabatan publik berdasarkan nepotisme yang meruntuhkan sistem sosial kemasyarakatan.
“Kalau ini sudah terakumulasi dan tidak ada jalan keluar, satu-satunya cara kita khawatirkan apa yang terjadi pada Reformasi terulang lagi, tetapi penyebabnya itu lebih akut yang sekarang dibanding yang dahulu," kata Susi dikutip dari kanal Youtube Abraham Samad Speak Up, Minggu (21/4/2024).
Baca juga: MK Bacakan Putusan Sengketa Pilpres 2024 Hari Ini, Begini Komentar Jokowi
Jika menandai-andai dampak dari Reformasi Jilid II, tentunya tidak bisa memberikan jaminan apakah pemulihannya bisa lebih cepat dibandingkan jilid I. Belum lagi bangsa ini, sedang gencar-gencarnya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Jika terjadi Reformasi Jilid II apakah dampaknya bisa lebih cepat pulih dibanding 1998, Indonesia Emas 2045 dikatakan Indonesia cemas. Ketangguhan kita sebagai bangsa kembali diuji,” sambungnya.
Baca juga: Lebih 7.000 Polisi Kawal Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2024 di MK
Dikhawatirkan rakyat akan marah dan menimbulkan potensi terjadinya gerakan Reformasi Jilid II. Sebab runtutannya telah dimulai dari pelanggaran etik di MK dan KPU, lalu pengisian jabatan publik berdasarkan nepotisme yang meruntuhkan sistem sosial kemasyarakatan.
“Kalau ini sudah terakumulasi dan tidak ada jalan keluar, satu-satunya cara kita khawatirkan apa yang terjadi pada Reformasi terulang lagi, tetapi penyebabnya itu lebih akut yang sekarang dibanding yang dahulu," kata Susi dikutip dari kanal Youtube Abraham Samad Speak Up, Minggu (21/4/2024).
Baca juga: MK Bacakan Putusan Sengketa Pilpres 2024 Hari Ini, Begini Komentar Jokowi
Jika menandai-andai dampak dari Reformasi Jilid II, tentunya tidak bisa memberikan jaminan apakah pemulihannya bisa lebih cepat dibandingkan jilid I. Belum lagi bangsa ini, sedang gencar-gencarnya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Jika terjadi Reformasi Jilid II apakah dampaknya bisa lebih cepat pulih dibanding 1998, Indonesia Emas 2045 dikatakan Indonesia cemas. Ketangguhan kita sebagai bangsa kembali diuji,” sambungnya.
Baca juga: Lebih 7.000 Polisi Kawal Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2024 di MK
Lihat Juga :