Tantangan Masa Depan Kebudayaan Indonesia, Guru Besar UIN: Peran Kelembagaan Jadi Kunci
Jum'at, 05 April 2024 - 20:15 WIB
loading...
Guru Besar Filologi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Oman Fathurahman. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Peran krusial ekosistem kebudayaan yang komprehensif kian menjadi pusat perhatian mendalam dalam menghadapi era globalisasi. Meski diakui sebagai identitas bangsa, kebudayaan di Indonesia masih menghadapi tantangan.
Sebelumnya, telah muncul wacana pembentukkan Kementerian Kebudayaan untuk mewujudkan visi kebudayaan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagaimana dikatakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo pada Dialog Kebangsaan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (20/2/2024).
Baca juga: Janji Kemerdekaan dan Pembangunan Kebudayaan
Menyikapi itu, Guru Besar Filologi Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Oman Fathurahman mengatakan, kelembagaan seperti Kementerian Kebudayaan sangat penting untuk memperkuat fungsi kebudayaan secara substansial.
Ekosistem kebudayaan di Indonesia harus mencakup tiga aspek utama, yaitu konstitusional yakni kebudayaan diamanatkan oleh Undang-Undang, sosiokultural yakni kebudayaan memiliki keberagaman baik dari segi bahasa maupun etnis, serta fungsional yang berfokus pada peran dan fokus kebudayaan dalam berbagai bidang.
Menurut Oman, pembentukan Kementerian Kebudayaan memperkuat aspek fungsional dari kebudayaan di Indonesia. “Kebudayaan itu jelas peran dan fungsinya dalam bermasyarakat sangat luas, bahkan termasuk fungsinya itu sebagai sarana diplomasi internasional sebagaimana amanat konstitusi,” katanya.
Sebelumnya, telah muncul wacana pembentukkan Kementerian Kebudayaan untuk mewujudkan visi kebudayaan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagaimana dikatakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo pada Dialog Kebangsaan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (20/2/2024).
Baca juga: Janji Kemerdekaan dan Pembangunan Kebudayaan
Menyikapi itu, Guru Besar Filologi Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Oman Fathurahman mengatakan, kelembagaan seperti Kementerian Kebudayaan sangat penting untuk memperkuat fungsi kebudayaan secara substansial.
Ekosistem kebudayaan di Indonesia harus mencakup tiga aspek utama, yaitu konstitusional yakni kebudayaan diamanatkan oleh Undang-Undang, sosiokultural yakni kebudayaan memiliki keberagaman baik dari segi bahasa maupun etnis, serta fungsional yang berfokus pada peran dan fokus kebudayaan dalam berbagai bidang.
Menurut Oman, pembentukan Kementerian Kebudayaan memperkuat aspek fungsional dari kebudayaan di Indonesia. “Kebudayaan itu jelas peran dan fungsinya dalam bermasyarakat sangat luas, bahkan termasuk fungsinya itu sebagai sarana diplomasi internasional sebagaimana amanat konstitusi,” katanya.
Lihat Juga :