Fenomena War Takjil, Kapolri: Artinya Ekonomi Masyarakat Saat Ini Alhamdulillah
Selasa, 02 April 2024 - 21:45 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menilai bahwa fenomena war takjil yang viral di medsos dapat menjadi bukti bahwa perekonomian masyarakat Indonesia stabil. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menilai bahwa fenomena 'war takjil' yang viral di media sosial (medsos) dapat menjadi bukti bahwa perekonomian masyarakat Indonesia stabil.
"Alhamdulillah itu tidak terjadi di negeri kita. Dan mungkin saat ini justru yang terjadi dan sering muncul di televisi yang terkenal malah war takjil. Artinya rebutan belanja takjil, artinya ekonomi masyarakat Indonesia saat ini, Alhamdulillah," ujar Sigit saat menghadiri kegiatan buka bersama TNI-Polri yang dihadiri Panglima TNI dan Menko Polhukam di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2024).
Baca juga: Diminta Kubu Ganjar-Mahfud Jadi Saksi di MK, Kapolri: Dengan Senang Hati Hadir
Tren positif tersebut, kata Sigit, harus dipertahankan ke depannya. Terlebih, tren itu juga menunjukkan keberagaman Indonesia yang tetap terbalut nilai persatuan dan kesatuan.
"Oleh karena itu saya ingatkan baru saja kita melaksanakan serangkaian kegiatan demokrasi yang tentunya di situ terjadi perbedaan pendapat, yang kalau kita biarkan tentunya akan terus memunculkan polarisasi," katanya.
"Alhamdulillah itu tidak terjadi di negeri kita. Dan mungkin saat ini justru yang terjadi dan sering muncul di televisi yang terkenal malah war takjil. Artinya rebutan belanja takjil, artinya ekonomi masyarakat Indonesia saat ini, Alhamdulillah," ujar Sigit saat menghadiri kegiatan buka bersama TNI-Polri yang dihadiri Panglima TNI dan Menko Polhukam di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2024).
Baca juga: Diminta Kubu Ganjar-Mahfud Jadi Saksi di MK, Kapolri: Dengan Senang Hati Hadir
Tren positif tersebut, kata Sigit, harus dipertahankan ke depannya. Terlebih, tren itu juga menunjukkan keberagaman Indonesia yang tetap terbalut nilai persatuan dan kesatuan.
"Oleh karena itu saya ingatkan baru saja kita melaksanakan serangkaian kegiatan demokrasi yang tentunya di situ terjadi perbedaan pendapat, yang kalau kita biarkan tentunya akan terus memunculkan polarisasi," katanya.
Lihat Juga :