alexametrics

Pemimpin Heroik Autentik

loading...
Pemimpin Heroik Autentik
Muhbib Abdul Wahab, Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ.Foto/Istimewa
A+ A-
Muhbib Abdul Wahab

Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ

SALAH satu faktor penentu kemajuan bangsa adalah tampilnya pemimpin yang memiliki karakter kepemimpinan kuat dan efektif. Di antara model kepemimpinan paling dirindukan saat ini adalah pemimpin heroik autentik, karena diharapkan mampu memberi solusi dalam mengelola segenap sumber daya NKRI demi terwujudnya visi dan misi bangsa yang berdaulat, bermartabat, berdikari, berkemajuan, berkesejahteraan, serta berkeadilan sosial.

Hadirnya figur pemimpin bangsa yang heroik autentik semakin dinantikan karena aneka persoalan bangsa saat ini sangat kompleks. Pertumbuhan ekonomi stagnan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin terpuruk. Daya beli masyarakat menurun. Korupsi berjamaah cenderung meningkat. Kasus rasuah antara pengusaha dan pejabat publik yang terkena OTT (operasi tangkap tangan) tetap marak.

Serbuan tenaga kerja asing nyaris tidak terbendung. Peredaran narkoba merajalela. Bencana alam: gempa bumi, tsunami, likuifaksi, banjir, tanah longsor, dan lainnya datang silih berganti. Utang luar negeri juga menggunung. Penegakan hukum dirasakan masih tebang pilih dan belum memenuhi rasa keadilan.

Dalam The Heroic Leader: Managing for Mission,Edward J Peck (2015) menyatakan, pemimpin heroik itu tampil menginspirasi masa depan bangsa dengan solusi cerdas dan berani mengambil risiko.Pemimpin heroik autentik mencari dan mengekstraksikan emas, bukan menunggu kesempatan emas. Pemimpin heroik autentik itu selalu berpikir cerdas, kreatif, melayani, dan berani mengambil risiko, termasuk risiko tidak populer. Jika rakyat yang dipimpinnya melakukan kesalahan dan mengalami kesulitan, pemimpin heroik autentik melakukan refleksi, terus belajar, dan menginisiasi perubahan ke arah lebih baik.

Transformasional, Bukan Transaksional

Jiwa dan karakter kepahlawanan itu penting dimiliki pemimpin, karena pemimpin memang harus memiliki kualitas keberanian, tekad, altruisme, pengambilan risiko, dan pengorbanan diri. Pemimpin heroik autentik selalu menunjukkan kinerja perjuangan tulus dan tanggung jawabnya yang besar demi membela kepentingan rakyat dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Pemimpin heroik autentik tidak akan memakai “topeng pencitraan” untuk membodohi rakyat. Pemimpin heroik autentik tampil dengan integritas, kompetensi, dan kualitas pribadi yang jujur, amanah, cerdas, terbuka, dan komunikatif.

Dalam Heroic Leaders and Despotic Tyrants How Power and Status Shape Leadership, Anika Stuppy and Nicole L. Mead (2016) menandai pemimpin heroik autentik sebagai pribadi yang menjadikan kekuasaan dan kewenangannya untuk melakukan perubahan dan kebaikan masyarakat yang dipimpinnya, tidak mementingkan partai dan golongannya, apalagi menyalahgunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri sendiri tanpa malu.

Sebagai contoh kepemimpinan heroik, Abraham Lincoln, mantan Presiden AS, melakukan “blusukan” ke seluruh negeri pada masa-masa sulit, bekerja tanpa pamrih untuk menginspirasi banyak orang, dan melakukan konsolidasi konflik demi integrasi USA. Dengan kata lain, pemimpin heroik autentik itu memiliki kepemimpinan transformasional, bukan transaksional. Pemimpin itu menggerakkan, menginspirasi, serta melakukan perubahan ke arah kebaikan dan kemajuan, bukan bertransaksi dengan para “investor kekuasaannya” demi kepentingan pribadi, pendukung, atau partainya.

Pemimpin heroik autentik menunjukkan kualitas keberanian dalam pengendalian diri untuk tidak diintervensi dan didikte oleh siap apun, dengan tetap rendah hati, mau mendengarkan masukan, aspirasi, dan denyut nadi suara rakyat. Pemimpin heroik autentik menampilkan kesalehan kepemimpinannya dengan berlaku jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, merakyat, dan melayani sepenuh hati.

Kepemimpinan heroik autentik juga terlihat saat pemimpin hadir melayani dan memberi solusi bagi rakyat, terutama di saat memerlukan bantuan, perlindungan, pemihakan, dan pelayanan. Dengan kata lain, spirit transformasional dalam mengemban amanah kepemimpinan nasional menjadi orientasinya, bukan mendahulukan sikap “aji mumpung” transaksionalnya.

Dimensi Kepemimpinan Heroik

Dalam Defining a New Type of Organizational Leadership: The Heroic Leader (1999) Ira J Morrow membuat indikator kepemimpinan heroik dengan lima dimensi utama: karakter, orientasi kerja, pengambilan risiko, efektivitas komunikasi, dan dampak organisasi. Pemimpin heroik autentik memiliki karakter kuat sebagai pribadi yang jujur, dapat dipercaya, tegas, bertindak benar, tidak berpolitik kebohongan, ksatria, terbuka, dan berani memohon maaf jika melakukan kesalahan. Karakter kepemimpinannya dipertaruhkan pada integritas moral dan loyalitasnya pada kepentingan nasional.

Dalam bekerja, pemimpin heroik autentik tidak hanya menunjukkan etos kerja ikhlas, cerdas, keras, dan kreatif, tetapi juga selalu mengedepankan orientasi pelayanan publik yang adil, transparan, serta berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Bukan hanya segelintir yang disejahterakan. Orientasi kerja pemimpin heroik autentik adalah kemaslahatan, kemanfaatan, dan kemajuan bangsa.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak