Ahli Psikologi Politik: Bansos Pengaruhi Preferensi Pemilih pada Pemilu 2024
Selasa, 02 April 2024 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Hamdi menjelaskan faktor social aids (bansos) punya peran 29% terhadap preferensi pemilih. Adapun sekitar 71% ditentukan penyebab-penyebab lain. Misalnya karena ketokohan, suka, agama, sosiologis, dipengaruhi teman, analisis terhadap kemampuan paslon, kampanye dan seterusnya.
Dia menegaskan bahwa pemilu di Indonesia mirip dengan pemilu di Nigeria, di mana dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai, tingkat kepuasan terhadap petahana meningkat. Sebab, menurut hasil riset Change & Oigbochie 2023, petahana dievaluasi oleh rakyatnya secara positif. Conditional Cash Transfers di Nigeria membuat para pemilih memastikan prefrensi politiknya.
Bahkan dalam beberapa studi, menurut Hamdi, disebutkan bahwa petahana telah melakukan kebaikan seperti Sinterklas dan membuatnya dipilih lagi. “Ini kenapa politisasi bansos ini menjadi problematik dalam konteks demokrasi kita hari ini, karena satu. Bansos ini hanya bisa dikendalikan oleh orang yang memiliki otoritas (petahana),” tuturnya.
Baca juga: Saksi Ungkap Ada Lurah di Riau Hanya Bagikan Bansos ke Pemilih Prabowo-Gibran
Hamdi menambahkan petahana memang tidak maju pada Pemilu 2024, tapi ada istilah 'teman saya', 'setengah petahana' yaitu anak presiden yang maju menjadi calon wakil presiden. Dengan demikian dibangun opini publik bahwa 'setengah petahana' mewakili petahana yang mendorong mekanisme psikologis kepuasan terhadap petahana dikonversikan terhadap 'si setengah petahana'.
Dia menegaskan bahwa pemilu di Indonesia mirip dengan pemilu di Nigeria, di mana dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai, tingkat kepuasan terhadap petahana meningkat. Sebab, menurut hasil riset Change & Oigbochie 2023, petahana dievaluasi oleh rakyatnya secara positif. Conditional Cash Transfers di Nigeria membuat para pemilih memastikan prefrensi politiknya.
Bahkan dalam beberapa studi, menurut Hamdi, disebutkan bahwa petahana telah melakukan kebaikan seperti Sinterklas dan membuatnya dipilih lagi. “Ini kenapa politisasi bansos ini menjadi problematik dalam konteks demokrasi kita hari ini, karena satu. Bansos ini hanya bisa dikendalikan oleh orang yang memiliki otoritas (petahana),” tuturnya.
Baca juga: Saksi Ungkap Ada Lurah di Riau Hanya Bagikan Bansos ke Pemilih Prabowo-Gibran
Hamdi menambahkan petahana memang tidak maju pada Pemilu 2024, tapi ada istilah 'teman saya', 'setengah petahana' yaitu anak presiden yang maju menjadi calon wakil presiden. Dengan demikian dibangun opini publik bahwa 'setengah petahana' mewakili petahana yang mendorong mekanisme psikologis kepuasan terhadap petahana dikonversikan terhadap 'si setengah petahana'.
(kri)
Lihat Juga :