Todung Yakin Hakim MK Tahu Ada Intervensi di Pilpres 2024
Minggu, 31 Maret 2024 - 15:51 WIB
loading...
Ketua Tim Hukum Pasangan Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis yakin hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengetahui ada intervensi kekuasaan dalam Pilpres 2024. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Tim Hukum Pasangan Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis yakin hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengetahui ada intervensi kekuasaan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Namun yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah para hakim konstitusi berani bicara kebenaran.
"Saya kira hakim-hakim MK (Mahkamah Konstitusi) itu tahu, cuman apakah mereka berani untuk bicara kebenaran?" kata Todung Mulya Lubis dalam sebuah diskusi dikutip, Minggu (31/3/2024).
Todung optimistis Hakim MK memiliki keberanian untuk memutuskan permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) sengketa Pilpres 2024. "Yah kita lihat saja lah, dan saya sih masih menyimpan optimisme untuk itu. Dan apakah optimisme ini akan terwujud, ini akan to be seen," ujarnya.
Todung menegaskan, pihaknya memiliki banyak bukti-bukti adanya intevensi kekuasaan dalam penyelenggaraan Pilpres 2024. "Karena kalau kita melihat evidence, evidence-nya di mana-mana ada. Dan apakah misalnya intervensi kekuasaan itu terjadi atau tidak, sulit membantah itu tidak ada," katanya.
"Saya kira hakim-hakim MK (Mahkamah Konstitusi) itu tahu, cuman apakah mereka berani untuk bicara kebenaran?" kata Todung Mulya Lubis dalam sebuah diskusi dikutip, Minggu (31/3/2024).
Todung optimistis Hakim MK memiliki keberanian untuk memutuskan permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) sengketa Pilpres 2024. "Yah kita lihat saja lah, dan saya sih masih menyimpan optimisme untuk itu. Dan apakah optimisme ini akan terwujud, ini akan to be seen," ujarnya.
Todung menegaskan, pihaknya memiliki banyak bukti-bukti adanya intevensi kekuasaan dalam penyelenggaraan Pilpres 2024. "Karena kalau kita melihat evidence, evidence-nya di mana-mana ada. Dan apakah misalnya intervensi kekuasaan itu terjadi atau tidak, sulit membantah itu tidak ada," katanya.
Lihat Juga :