Mahasiswanya Jadi Korban TPPO Berkedok Magang di Jerman, UNJ Ambil Langkah Hukum
Senin, 25 Maret 2024 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
"Isi perjanjian tersebut PT. SHB menawarkan kesempatan dan peluang kepada mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk magang di Jerman. Sesuai isi MOU, jelas disebutkan programnya adalah internship international dan bukan kerja," katanya.
Kelima, untuk memperkuat dan memastikan program magang internasional ini, UNJ juga meminta jaminan kepada PT. SHB melalui pesan email pada 12 dan 19 September 2023. Saat itu, pihak PT. SHB menyatakan program ini hakikatnya adalah magang dan PT. SHB memberikan jaminan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam magang tersebut dan berjanji tidak ada unsur kekerasan seksual, tidak ada unsur kekerasan fisik, dan tidak ada unsur perdagangan manusia.
"Atas jaminan dari PT. SHB, akhirnya UNJ melanjutkan tawaran program magang internasional di Jerman," ucapnya.
Keenam, program magang internasional di Jerman yang ditawarkan SS dan PT. SHB ini sifatnya biaya mandiri dari peserta mahasiswa yang berminat mengikuti. UNJ sendiri tidak memiliki alokasi anggaran khusus untuk kegiatan tersebut. Sehingga dalam sosialisasi kepada mahasiswa UNJ, sesuai dengan informasi dari SS dan PT. SHB bahwa program magang internasional di Jerman ini ditanggung secara mandiri dari peserta yang berminat mengikutinya.
Adapun biaya untuk mahasiswa mengikuti program magang internasional di Jerman yang ditawarkan SS dan PT. SHB ini untuk biaya pendaftaran sebesar Rp150.000, yang ditransfer ke rekening atas nama CV-Gen dan 350 Euro (Nominal rupiah disesuai dengan nilai kurs Euro saat itu antara Rp5.500.000 – Rp 6.000.000.
Rinciannya yaitu 150 Euro untuk pembuatan Letter of Acceptance (LoA) kepada PT. SHB dan setelah LoA tersebut terbit, kemudian mahasiswa harus membayar sebesar 200 Euro kepada PT. SHB untuk pembuatan approval otoritas Jerman (working permit) dan penerbitan surat tersebut selama satu sampai dua bulan.
"Sementara untuk pengurusan visa, tiket pesawat, tempat tinggal, dan kebutuhan sehari - hari selama di Jerman ditanggung masing – masing oleh peserta mahasiswa dan hal tersebut sudah diketahui oleh mahasiswa," katanya.
Ketujuh, SS dan PT. SHB menjelaskan di hadapan perwakilan pimpinan dan mahasiswa UNJ mahasiswa yang magang di Jerman akan mendapat honor magang dari tempat magang yang mencapai Rp20-30 juta. Honor magang menurut SS dan PT. SHB nantinya dapat membiayai biaya yang sudah dikeluarkan mahasiswa termasuk tiket pesawat.
Menurut SS, hal ini sama seperti perguruan tinggi lain yang sudah mengikuti program tersebut dan diberikan bantuan pinjaman oleh pihak kampus. Atas antusiasme mahasiswa UNJ yang begitu tinggi dalam mengikuti program magang internasional di Jerman namun terkendala secara finansial, atas informasi dari SS dan PT. SHB, UNJ mencari bantuan solusi dengan memberikan skema peminjaman dari Koperasi UNJ kepada mahasiswa sebesar Rp24.000.000/mahasiswa.
"Total ada 83 mahasiswa yang diberikan pinjaman oleh Koperasi UNJ untuk mengikuti Program Magang Internasional di Jerman ini dan sisanya biaya mandiri tanpa pinjam ke Koperasi UNJ," terangnya.
Pada pemberian pinjaman dari Koperasi UNJ ini tidak ada unsur pemaksaan dari UNJ kepada mahasiswa yang mau mengikuti program magang internasional di Jerman yang ditawarkan oleh PT. SHB dan CV-Gen, peminjaman ini diserahkan kepada keputusan dan keinginan mahasiswa sendiri.
Ke delapan, Untuk mendukung kegiatan magang mahasiswa di Jerman, UNJ kemudian memberikan pembekalan Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, dan budaya Jerman kepada para mahasiswa UNJ yang akan mengikuti program magang internasional di Jerman yang diselenggarakan oleh PT. SHB dan CV-Gen.
Kesembilan, mulai 2 Oktober 2023 sebanyak 93 mahasiswa diberangkatkan ke Jerman dan untuk mengkoordinir keberangkatan mahasiswa supaya aman dan nyaman UNJ menggunakan jasa pihak travel Punama untuk proses pengurusan perjalanan mahasiswa ke Jerman.
"Sesampai di Jerman, mahasiswa UNJ dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang lain disambut dan didampingi oleh RW warga negara Jerman selaku CEO of SHB Agency dan ER warga negara Indonesia selaku Director of SHB.
Kesepuluh, beberapa minggu setibanya mahasiswa di Jerman dan menjalankan kegiatan magangnya, UNJ mendapatkan keluhan dari beberapa mahasiswa mengenai kondisi jarak tempat tinggal dengan lokasi magang, persoalan honor magang yang tidak sesuai, dan pelayanan bimbingan serta pendampingan yang tidak profesional dari PT. SHB dan CV-Gen.
Kelima, untuk memperkuat dan memastikan program magang internasional ini, UNJ juga meminta jaminan kepada PT. SHB melalui pesan email pada 12 dan 19 September 2023. Saat itu, pihak PT. SHB menyatakan program ini hakikatnya adalah magang dan PT. SHB memberikan jaminan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam magang tersebut dan berjanji tidak ada unsur kekerasan seksual, tidak ada unsur kekerasan fisik, dan tidak ada unsur perdagangan manusia.
"Atas jaminan dari PT. SHB, akhirnya UNJ melanjutkan tawaran program magang internasional di Jerman," ucapnya.
Keenam, program magang internasional di Jerman yang ditawarkan SS dan PT. SHB ini sifatnya biaya mandiri dari peserta mahasiswa yang berminat mengikuti. UNJ sendiri tidak memiliki alokasi anggaran khusus untuk kegiatan tersebut. Sehingga dalam sosialisasi kepada mahasiswa UNJ, sesuai dengan informasi dari SS dan PT. SHB bahwa program magang internasional di Jerman ini ditanggung secara mandiri dari peserta yang berminat mengikutinya.
Adapun biaya untuk mahasiswa mengikuti program magang internasional di Jerman yang ditawarkan SS dan PT. SHB ini untuk biaya pendaftaran sebesar Rp150.000, yang ditransfer ke rekening atas nama CV-Gen dan 350 Euro (Nominal rupiah disesuai dengan nilai kurs Euro saat itu antara Rp5.500.000 – Rp 6.000.000.
Rinciannya yaitu 150 Euro untuk pembuatan Letter of Acceptance (LoA) kepada PT. SHB dan setelah LoA tersebut terbit, kemudian mahasiswa harus membayar sebesar 200 Euro kepada PT. SHB untuk pembuatan approval otoritas Jerman (working permit) dan penerbitan surat tersebut selama satu sampai dua bulan.
"Sementara untuk pengurusan visa, tiket pesawat, tempat tinggal, dan kebutuhan sehari - hari selama di Jerman ditanggung masing – masing oleh peserta mahasiswa dan hal tersebut sudah diketahui oleh mahasiswa," katanya.
Ketujuh, SS dan PT. SHB menjelaskan di hadapan perwakilan pimpinan dan mahasiswa UNJ mahasiswa yang magang di Jerman akan mendapat honor magang dari tempat magang yang mencapai Rp20-30 juta. Honor magang menurut SS dan PT. SHB nantinya dapat membiayai biaya yang sudah dikeluarkan mahasiswa termasuk tiket pesawat.
Menurut SS, hal ini sama seperti perguruan tinggi lain yang sudah mengikuti program tersebut dan diberikan bantuan pinjaman oleh pihak kampus. Atas antusiasme mahasiswa UNJ yang begitu tinggi dalam mengikuti program magang internasional di Jerman namun terkendala secara finansial, atas informasi dari SS dan PT. SHB, UNJ mencari bantuan solusi dengan memberikan skema peminjaman dari Koperasi UNJ kepada mahasiswa sebesar Rp24.000.000/mahasiswa.
"Total ada 83 mahasiswa yang diberikan pinjaman oleh Koperasi UNJ untuk mengikuti Program Magang Internasional di Jerman ini dan sisanya biaya mandiri tanpa pinjam ke Koperasi UNJ," terangnya.
Pada pemberian pinjaman dari Koperasi UNJ ini tidak ada unsur pemaksaan dari UNJ kepada mahasiswa yang mau mengikuti program magang internasional di Jerman yang ditawarkan oleh PT. SHB dan CV-Gen, peminjaman ini diserahkan kepada keputusan dan keinginan mahasiswa sendiri.
Ke delapan, Untuk mendukung kegiatan magang mahasiswa di Jerman, UNJ kemudian memberikan pembekalan Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, dan budaya Jerman kepada para mahasiswa UNJ yang akan mengikuti program magang internasional di Jerman yang diselenggarakan oleh PT. SHB dan CV-Gen.
Kesembilan, mulai 2 Oktober 2023 sebanyak 93 mahasiswa diberangkatkan ke Jerman dan untuk mengkoordinir keberangkatan mahasiswa supaya aman dan nyaman UNJ menggunakan jasa pihak travel Punama untuk proses pengurusan perjalanan mahasiswa ke Jerman.
"Sesampai di Jerman, mahasiswa UNJ dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang lain disambut dan didampingi oleh RW warga negara Jerman selaku CEO of SHB Agency dan ER warga negara Indonesia selaku Director of SHB.
Kesepuluh, beberapa minggu setibanya mahasiswa di Jerman dan menjalankan kegiatan magangnya, UNJ mendapatkan keluhan dari beberapa mahasiswa mengenai kondisi jarak tempat tinggal dengan lokasi magang, persoalan honor magang yang tidak sesuai, dan pelayanan bimbingan serta pendampingan yang tidak profesional dari PT. SHB dan CV-Gen.
Lihat Juga :