KAMI Diklaim Gerakan Moral Berdimensi Politik tapi Bukan Politik Praktis
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 19:49 WIB
loading...
Salah satu inisiator berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin mengklaim gerakan yang dibentuknya merupakan sebuah gerakan moral. Foto/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Salah satu inisiator berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin mengklaim gerakan yang dibentuknya merupakan sebuah gerakan moral. Gerakan moral yang dimaksudnya memiliki tujuan untuk meluruskan kiblat negara yang menurutnya telah keluar jalur dari cita-cita para pendiri bangsa.
"Ini adalah gerakan moral, kami ini menyatakan diri sebagai gerakan moral. Seluruh elemen dan komponen bangsa tiada lain tujuannya untuk meluruskan kiblat negara, meluruskan peran bangsa ini sesuai dengan cita-cita nasional yang ada di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945," ujarnya dalam konferensi pers daring, Sabtu (15/8/2020). (Baca juga: KAMI Akan Sampaikan Maklumat Berisi 8 Tuntutan kepada Pemerintahan Jokowi)
Lebih lanjut dia menuturkan, sebagai gerakan moral maka koalisi yang digagasnya memiliki dimensi politik. Namun, dia memastikan dimensi politiknya bukan mengarah ke dalam politik praktis.
"Gerakan kami juga berdimensi politik, tetapi bukan politik praktis. Ini dijamin untuk berserikat dan melakukan sosial control, bahwa nanti pendukung kami, jejaringnya melakukan aksi-aksi tu bagian dari gerakan moral," tuturnya.
Setidaknya, kata Din, KAMI telah mendapatkan banyak dukungan dari beragam daerah. Baik luar, maupun dalam negeri. "Dengan telah terbentuknya KAMI Sumut, KAMI Sumsel, KAMI Jateng, KAMI Jogjakarta, bahkan khusus di Jateng itu ada KAMI Solo, KAMI Semarang. Kemudian ada KAMI Jatim, KAMI Jabar, KAMI Kalsel, KAMI Sulsel, KAMI Sulbar, KAMI Kaltim, dan KAMI Gorontalo," jelasnya.
"Ini adalah gerakan moral, kami ini menyatakan diri sebagai gerakan moral. Seluruh elemen dan komponen bangsa tiada lain tujuannya untuk meluruskan kiblat negara, meluruskan peran bangsa ini sesuai dengan cita-cita nasional yang ada di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945," ujarnya dalam konferensi pers daring, Sabtu (15/8/2020). (Baca juga: KAMI Akan Sampaikan Maklumat Berisi 8 Tuntutan kepada Pemerintahan Jokowi)
Lebih lanjut dia menuturkan, sebagai gerakan moral maka koalisi yang digagasnya memiliki dimensi politik. Namun, dia memastikan dimensi politiknya bukan mengarah ke dalam politik praktis.
"Gerakan kami juga berdimensi politik, tetapi bukan politik praktis. Ini dijamin untuk berserikat dan melakukan sosial control, bahwa nanti pendukung kami, jejaringnya melakukan aksi-aksi tu bagian dari gerakan moral," tuturnya.
Setidaknya, kata Din, KAMI telah mendapatkan banyak dukungan dari beragam daerah. Baik luar, maupun dalam negeri. "Dengan telah terbentuknya KAMI Sumut, KAMI Sumsel, KAMI Jateng, KAMI Jogjakarta, bahkan khusus di Jateng itu ada KAMI Solo, KAMI Semarang. Kemudian ada KAMI Jatim, KAMI Jabar, KAMI Kalsel, KAMI Sulsel, KAMI Sulbar, KAMI Kaltim, dan KAMI Gorontalo," jelasnya.
Lihat Juga :