alexametrics

KSAD Apresiasi Pembelian Puluhan Alutsista oleh Brunei

loading...
KSAD Apresiasi Pembelian Puluhan Alutsista oleh Brunei
KSAD Jenderal TNI Mulyono menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Darat Brunei Brigadir Jenderal Dato Seri Pahlawan Awang Khairul Hamed bin Awang Haji Lampoh di Mabesad, Jakarta, Selasa (9/10/2018). Koran SINDO/Sucipto
A+ A-
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Darat Brunei Brigadir Jenderal Dato Seri Pahlawan Awang Khairul Hamed bin Awang Haji Lampoh di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Lawatan tersebut merupakan kunjungan bilateral dari Brunei sekaligus kunjungan perkenalan Brigjen Dato Seri Pahlawan Awang Khairul ke Indonesia sebagai pimpinan Angkatan Darat Brunei yang baru sejak dilantik pada Januari 2018. Selama ini kerja sama antara TNI AD dan AD Brunei telah terjalin dengan baik di berbagai bidang, baik dalam bidang intelijen, latihan dan pendidikan.

Kerja sama tahun ini, antara lain Latma Keris Satria 2018 yang telah dilaksanakan pada 27 Agustus sampai 5 September di Brunei Darussalam dan Latma Kilat Sakti 2018 yang akan dilaksanakan pada 15 - 28 Oktober. Serta, Army working Group mulai 23-26 Oktober di Bandung, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, KSAD mengapresiasi terjalinnya kembali kerja sama di bidang pendidikan yang sempat terhenti sejak 2016. Direncanakan pada TA 2019 satu personel TNI AD akan mengikuti pendidikan setingkat Seskoad di Brunei.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan Brunei terhadap industri pertahanan dalam negeri Indonesia melalui pembelian 45 unit Ranpur Anoa. Dan, sejumlah senjata ringan seperti  SS2 V5 dan Pistol G2 Elite pada Mei 2018 yang lalu," ujarnya. Setelah kunjungan ke Mabesad, Rencananya Panglima AD Brunei akan ke Bandung, di antaranya mengunjungi PT Pindad.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak