Soal Uji Klinis Vaksin Corona, Pakar Ingatkan Keseimbangan Gas dan Rem
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 13:00 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ketua Pelaksana KPCPEN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyaksikan langsung proses penyuntikan perdana uji klinis
A
A
A
JAKARTA - Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair), Prof Chairul Anwar Nidom mengingatkan bahwa gas dan rem terkait vaksin Covid-19 harus diseimbangkan. Jangan sampai terlalu optimis atau pesimis terhadap hal tersebut.
Menurut dia, sebelumnya pernah terjadi kasus saat uji klinis tahap tiga vaksin demam berdarah di mana setelah melewati fase itu ternyata gagal.Atas hal itulah, Nidom mengingatkan agar keseimbangan antara optimisme dan pesimisme terus dijaga terkait vaksin virus Corona yang juga sedang melewati uji klinis tahap tiga.
"Perlu saya ingatkan mungkin kalau sebuah mobil harus digas dan di rem, remnya itu harus diperhatikan, bahwa ada kasus setelah uji klinis tiga itu selesai dijalankan kemudian diterapkan ke masyarakat ternyata gagal, itu kasus vaksin demam berdarah," ujarnya dalam acara Polemik MNC Trijaya bertajuk "Menanti Vaksin Covid-19" secara virtual, Sabtu (15/8/2020).
(Baca: Proses Dipangkas pun Tetap Butuh Waktu Lama Kembangkan Vaksin Merah Putih)
"Oleh karena itu ini juga perlu hati-hati, jangan terlalu berharap besar tapi juga jangan terlalu pesimis, jadi hal ini rem dan gas harus dimainkan dengan baik supaya kita tidak terperosok," tambah dia.
Menurut dia, sebelumnya pernah terjadi kasus saat uji klinis tahap tiga vaksin demam berdarah di mana setelah melewati fase itu ternyata gagal.Atas hal itulah, Nidom mengingatkan agar keseimbangan antara optimisme dan pesimisme terus dijaga terkait vaksin virus Corona yang juga sedang melewati uji klinis tahap tiga.
"Perlu saya ingatkan mungkin kalau sebuah mobil harus digas dan di rem, remnya itu harus diperhatikan, bahwa ada kasus setelah uji klinis tiga itu selesai dijalankan kemudian diterapkan ke masyarakat ternyata gagal, itu kasus vaksin demam berdarah," ujarnya dalam acara Polemik MNC Trijaya bertajuk "Menanti Vaksin Covid-19" secara virtual, Sabtu (15/8/2020).
(Baca: Proses Dipangkas pun Tetap Butuh Waktu Lama Kembangkan Vaksin Merah Putih)
"Oleh karena itu ini juga perlu hati-hati, jangan terlalu berharap besar tapi juga jangan terlalu pesimis, jadi hal ini rem dan gas harus dimainkan dengan baik supaya kita tidak terperosok," tambah dia.
Lihat Juga :