alexametrics

Dukungan Kepala Daerah di Sumbar Jadi Angin Segar untuk Jokowi

loading...
Dukungan Kepala Daerah di Sumbar Jadi Angin Segar untuk Jokowi
Pasangan bakal Capres dan Cawapres Jokowi-KH Ma'ruf Amin kembali mendapat dukungan dari sejumlah kepala daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pasangan bakal capres dan cawapres Jokowi-KH Ma'ruf Amin kembali mendapat dukungan kepala daerah. Kali ini sebanyak 7 kepala daerah di Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan deklarasi dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menyambut baik dukungan para kepala daerah yang dilakukan di Jakarta kemarin.

"Tentu ini satu perkembangan luar biasa, pada pilpres sebelumnya Pak Jokowi Kalah cukup telak di sana, dan hanya memperoleh kalau tidak salah 34 persen," ujar Karding saat dikonfirmasi di Rumah Cemara, Menteng, Selasa (18/9/2018) malam.

Sekjen DPP PKB ini berharap dukungan yang diberikan tujuh kepala daerah di Sumbar akan mengubah peta suara di Provinsi tersebut. Menurutnya, dukungan tersebut 'impact' dari prestasi dan kerja nyata yang dilakukan pemerintahan Jokowi selama ini.

"Kepala daerah yang mewakili masyarakat nya itu betul-betul menyampaikan aspirasi masyarakatnya nya dan mengapresiasi kerja-kerja dari Pak Jokowi," ungkapnya.

Menurut Karding, meski 7 kepala daerah di Sumbar menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf namun, dukungan belum diberikan Gubernur Sumbar. Karding menganggap, selain alasan prestasi, para kepala daerah yang mendukung Jokowi tak bisa melawan arus bawah di masyarakat.

"Jadi ada nanti yang kita mauskan di pengarah teritorial, sisanya ada yang mendukung secara apa namanya informal. Jadi bagi kami tidak ada masalah yang penting adalah berharap mereka semua bekerja membantu pemenangan tanpa harus menabrak kaidah UU ASN atau UU yang berlaku," tandasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak