alexametrics

Soal Debat Capres, Kubu Jokowi: Pihak Prabowo Jangan Genit

loading...
Soal Debat Capres, Kubu Jokowi: Pihak Prabowo Jangan Genit
Merespons hal ini, Sekjen DPP PPP Arsul Sani menilai, penggunaan bahasa Indonesia wajib disampaikan dalam forum resmi yang bersifat nasional. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Tim Sukses kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan format atau metode debat capres-cawapres diubah. Usulan tersebut seperti menambah durasi penyampaian program dan visi misi hingga penggunaan bahasa Inggris.

Merespons hal ini, Sekjen DPP PPP Arsul Sani menilai, penggunaan bahasa Indonesia wajib
disampaikan dalam forum resmi yang bersifat nasional. Menurutnya, debat capres merupakan
forum resmi yang mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia.

"Jadi menjadi akan sulit kalau yang dimaksud dengan forum debat itu adalah forum debat yang
diatur atau yang diselenggarakan KPU," ujar Arsul di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat
(14/9/2018).

Arsul menganggap, usulan penggunaan bahasa Inggris dalam debat capres dianggapnya agak
genit. Sebab dia menganggap, sejarah kewibaan kepala negara tak ditentukan dari penggunaan
bahasa Inggris.



Dia mencontohkan, Presiden Soeharto selama memimpin 32 tahun tetap menggunakan bahasa
Indonesia. Soal penggunaan bahasa dalam negeri kata Arsul, juga dilakukan pemimpin China
dan Jepang yakni Xin Jiping serta Sinzo Abe.

Menurutnya, hal tersebut tak mengurangi kewibaan nasional dan internasional. "Meskipun saya
yakin beliau juga ngerti sebagaimana pak jokowi bisa berbahasa inggris ya, jadi jangan
genit," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf itu.

Arsul mengatakan, soal usulan debat capres datang dari anggota DPR yang sebenarnya dirinya
mengetahui kemampuan orang tersebut dari sisi penggunaan bahasa Inggris.

Menurutnya, hal itu diketahui saat kunjungan ke luar negeri yang ia ketahui tak mengucapkan pembicaraan dengan menggunaka bahasa Inggris.

Selain itu, terkait penambahan durasi waktu, Arsul mengaku metode yang diterapkan KPU pada
pemilu presiden sebelumnya sudah pas. Hanya perlu ditingkatkan saja. Dalam hal ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penyelenggara pemilu.

"Jadi jangan genit-genit malah bikin malu. Jadi enggak usah genit-genit karena kalau genit nanti ada juga yang genit elemen masyarakat misal usul ada juga dong lomba tes baca Alquran, lomba salat yang benar, kan berhak juga usul seperti itu. Jadi ya yang begitu-begitu standar," ucap dia.

"Debat saya kira sperti yang selama ini sudah berkembang di Prabowo sandi yaitu tentang debat ide gagasan. Kami juga ingin mendengar misalnya, kalau mau menyoroti soal utang yang bagi kami untuk pembangunan, kita mau dengar alternatif pembangunan tanpa utang. Kita mau juga ingin dengar supaya mencerahkan," tambahnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak