Islah Bahrawi Sebut Hak Angket Merupakan Kanal Demokrasi yang Harus Dihargai
Selasa, 05 Maret 2024 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Islah pun mengatakan jika hak angket ini harus dilaksanakan untuk mengusut kecurangan Pemilu 2024 khususnya terkait kecurigaan publik terhadap cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Ya saya kira memang betul ya, karena bagaimanapun di dalam APBN itu kan sudah digariskan semua anggaran-anggaran tentang penggunaan Bansos, yang ternyata memang Bansos ini berada di luar koridor yang sudah diputuskan sebelumnya, termasuk anggaran-anggaran yang ditarik dari belakang ke depan dimajukan ke periode hari ini,” jelas Islah.
Bahkan, Islah juga menyinggung Presiden Amerika Serikat Richard Nixon, yang oleh para aktivis disebut pork barrel atau gentong babi. “Ini kan seolah-olah memang ini dibuat untuk satu konsumsi pemilu untuk berusaha meraih elektoral yang sebesar-besarnya dengan menggunakan kalau istilahnya para aktivis kemarin-kemarin itu ada istilah pork barrel.”
Baca juga: Tanpa Menunggu Restu Megawati, Timnas AMIN Tetap Ajukan Hak Angket
“Udah biasa dan selalu mengundang pertanyaan dari berbagai praktisi-praktisi demokrasi di seluruh dunia termasuk di Amerika, zaman Nixon juga ada pork barrel, itu dimana tuduhan Nixon adalah menggunakan anggaran-anggaran sosial untuk berusaha menggunakan daya pikat elektoral dengan menggunakan kebutuhan-kebutuhan masyarakat itu. Dan ini juga sepertinya dilakukan oleh Pak Jokowi. Saya tidak tahu,” pungkasnya.
“Ya saya kira memang betul ya, karena bagaimanapun di dalam APBN itu kan sudah digariskan semua anggaran-anggaran tentang penggunaan Bansos, yang ternyata memang Bansos ini berada di luar koridor yang sudah diputuskan sebelumnya, termasuk anggaran-anggaran yang ditarik dari belakang ke depan dimajukan ke periode hari ini,” jelas Islah.
Bahkan, Islah juga menyinggung Presiden Amerika Serikat Richard Nixon, yang oleh para aktivis disebut pork barrel atau gentong babi. “Ini kan seolah-olah memang ini dibuat untuk satu konsumsi pemilu untuk berusaha meraih elektoral yang sebesar-besarnya dengan menggunakan kalau istilahnya para aktivis kemarin-kemarin itu ada istilah pork barrel.”
Baca juga: Tanpa Menunggu Restu Megawati, Timnas AMIN Tetap Ajukan Hak Angket
“Udah biasa dan selalu mengundang pertanyaan dari berbagai praktisi-praktisi demokrasi di seluruh dunia termasuk di Amerika, zaman Nixon juga ada pork barrel, itu dimana tuduhan Nixon adalah menggunakan anggaran-anggaran sosial untuk berusaha menggunakan daya pikat elektoral dengan menggunakan kebutuhan-kebutuhan masyarakat itu. Dan ini juga sepertinya dilakukan oleh Pak Jokowi. Saya tidak tahu,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :