Sukses di Senayan, Partai Golkar Gagal Rebut Dapil Neraka Jaktim
Selasa, 05 Maret 2024 - 18:01 WIB
loading...
Keberhasilan Partai Golkar dalam Pileg 2024 DPR tak berimbas di Dapil DKI Jakarta I meliputi wilayah Jakarta Timur. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Keberhasilan Partai Golkar dalam Pileg 2024 DPR tak berimbas di Dapil DKI Jakarta I meliputi wilayah Jakarta Timur. Partai berlambang beringin itu gagal meraih satu kursi dari wilayah tersebut.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago melihat Golkar gagal dalam pertarungannya di dapil neraka itu. Meski sejumlah kader terbaiknya, yaitu Dito Ariotedjo, Wanda Hamidah, dan Danty Indriastuti Purnamasari Rukmana, cucu Suharto sempat diturunkan.
Baca juga: Golkar: Caleg Perempuan Lebih Berat Jalani Proses Pileg
“Saya melihat ini karena mesin politiknya tidak bekerja,” ujar Arifki dalam keterangan resminya, Selasa (5/3/2024).
Dito Arietedjo sebagai Menpora, lanjut Arifki, sendirian memperjuangkan kursi Golkar di Dapil Jakarta Timur. Karena suara yang diperoleh oleh kader Golkar lainnya juga tidak besar, sehingga secara akumulasi tidak terlalu berdampak untuk mendapatkan kursi Partai Golkar.
“Untuk merebut kursi DPR itu tidak mungkin sendirian. Tantangan Partai Golkar di Dapil Jaktim tidak hanya merebut kursi Partai Golkar dari partai lain,” jelasnya.
Arifki melihat peran dari mesin politik masing-masing caleg yang penting tidak dimanfaatkan baik. Hanya mengandalkan Dito, Arifki melihat Golkar salah posisi. Sebab, dengan kapasitasnya sebagai Menpora, Dito hanya bisa kampanye pada Sabtu-Minggu.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago melihat Golkar gagal dalam pertarungannya di dapil neraka itu. Meski sejumlah kader terbaiknya, yaitu Dito Ariotedjo, Wanda Hamidah, dan Danty Indriastuti Purnamasari Rukmana, cucu Suharto sempat diturunkan.
Baca juga: Golkar: Caleg Perempuan Lebih Berat Jalani Proses Pileg
“Saya melihat ini karena mesin politiknya tidak bekerja,” ujar Arifki dalam keterangan resminya, Selasa (5/3/2024).
Dito Arietedjo sebagai Menpora, lanjut Arifki, sendirian memperjuangkan kursi Golkar di Dapil Jakarta Timur. Karena suara yang diperoleh oleh kader Golkar lainnya juga tidak besar, sehingga secara akumulasi tidak terlalu berdampak untuk mendapatkan kursi Partai Golkar.
“Untuk merebut kursi DPR itu tidak mungkin sendirian. Tantangan Partai Golkar di Dapil Jaktim tidak hanya merebut kursi Partai Golkar dari partai lain,” jelasnya.
Arifki melihat peran dari mesin politik masing-masing caleg yang penting tidak dimanfaatkan baik. Hanya mengandalkan Dito, Arifki melihat Golkar salah posisi. Sebab, dengan kapasitasnya sebagai Menpora, Dito hanya bisa kampanye pada Sabtu-Minggu.
Lihat Juga :