alexametrics

Reaksi Cak Imin Sikapi Blak-blakan Mahfud MD Soal Cawapres

loading...
Reaksi Cak Imin Sikapi Blak-blakan Mahfud MD Soal Cawapres
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat berbincang dengan peserta rombongan mudik bersama di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, 10 Juni 2018. Foto/SINDOnews/Yulianto
A+ A-
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta semua pihak agar mengakhiri perdebatan mengenai calon wakil presiden (wapres), termasuk tak memperpanjang pernyataan atau testimoni yang disampaikan Mahfud MD.

Pria yang biasa disapa Cak Imin ini mengatakan, seluruh proses yang terjadi mengenai cawapres merupakan dinamika yang tidak bisa dihindari. Kendati begitu, Cak Imin menyebut jika ditelusuri secara baik maka tak ada kalimat mengancam.

"Berita itu isinya hanya mengatakan bahwa masyarakat NU bisa tidak bertanggung jawab apabila yang dipilih bukan kader NU. Tidak ada sama sekali kalimat mengancam," kata Cak Imin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/8/2018). (Baca juga: Mahfud MD Blak-blakan, PKB Berharap Pekan Depan Sudah Adem)

Kata Cak Imin, kemudian dibuat judul dalam pemberitaan istilah mengancam. Sehingga, hal ini menjadi ramai di masyarakat.

Cak Imin tak menjawab secara lugas saat ditanya apakah ada upaya NU dan PKB menjegal Mahfud MD saat itu. Dia hanya mengatakan, semua takdir Tuhan dan persoalan jegal menjegal itu hal yang lumrah dalam pencapresan. (Baca juga: Respons Mahfud MD jika Cawapres Jokowi Bukan dari Nahdliyin)

Wakil Ketua MPR ini mencontohkan, jangankan pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan Ketua Umum GP Anshor saja terjadi jegal menjegal. Hal tersebut merupakan dinamika yang biasa terjadi.

"Saya sendiri orangnya paling kecewa sebetulnya, tapi kan sudah saya pasang bilboard di mana-mana itu kan takdir. Itu usaha memang wajib dilakukan tapi takdir di Tangan Tuhan. Oleh karena itu semuanya kita kembali bersatu," tuturnya. (Rakhmat)
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak