Roy Suryo: Kesalahan dari Sirekap Bukan Kesalahan Teknis Belaka
Rabu, 28 Februari 2024 - 17:26 WIB
loading...
Pakar telematika Roy Suryo menemukan sejumlah kejanggalan terkait Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Foto/Ismet Humaedi
A
A
A
JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo menemukan sejumlah kejanggalan terkait Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ini terkait proses rekapitulasi suara Pemilu 2024.
Roy memaparkan beberapa dugaan kecurangan yang ditemukan dalam aplikasi Sirekap. Mantan Menpora tersebut juga menyebut bahwa sistem Sirekap belum siap dan terus mengalami perubahan selama proses rekapitulasi. Roy menjelaskan Sirekap ini sebenarnya adalah sistem yang berulang kali mengalami perubahan ketika sudah dijalankan.
“Ibaratnya pertandingan sudah bermain, software-nya diperbaiki. Sehingga membuat orang yang tadinya men-download Sirekap ini pada awal Januari, yang didownload oleh KPPS itu tidak sama, jadi kesalahannya bisa masif. Dan ini (diubah) dalam catatan saya terjadi 10 kali, " kata Roy dalam pertemuan dengan Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).
Baca juga: Roy Suryo Bakal Bongkar Kejanggalan Sirekap Aplikasi Tak Layak Pakai
Tak hanya itu, Roy juga mengatakan sistem Sirekap sempat dimatikan dengan sengaja untuk merekayasa hasil perolehan suara paslon Pemilu 2024. Dia memaparkan beberapa dugaan kecurangan yang ditemukan dalam aplikasi Sirekap, salah satunya pada hari pencoblosan 14 Februari 2024 dimasukkan script dalam sistem aplikasi tersebut agar hasil angka yang keluar tidak bergeser atau berubah.
Roy memaparkan beberapa dugaan kecurangan yang ditemukan dalam aplikasi Sirekap. Mantan Menpora tersebut juga menyebut bahwa sistem Sirekap belum siap dan terus mengalami perubahan selama proses rekapitulasi. Roy menjelaskan Sirekap ini sebenarnya adalah sistem yang berulang kali mengalami perubahan ketika sudah dijalankan.
“Ibaratnya pertandingan sudah bermain, software-nya diperbaiki. Sehingga membuat orang yang tadinya men-download Sirekap ini pada awal Januari, yang didownload oleh KPPS itu tidak sama, jadi kesalahannya bisa masif. Dan ini (diubah) dalam catatan saya terjadi 10 kali, " kata Roy dalam pertemuan dengan Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).
Baca juga: Roy Suryo Bakal Bongkar Kejanggalan Sirekap Aplikasi Tak Layak Pakai
Tak hanya itu, Roy juga mengatakan sistem Sirekap sempat dimatikan dengan sengaja untuk merekayasa hasil perolehan suara paslon Pemilu 2024. Dia memaparkan beberapa dugaan kecurangan yang ditemukan dalam aplikasi Sirekap, salah satunya pada hari pencoblosan 14 Februari 2024 dimasukkan script dalam sistem aplikasi tersebut agar hasil angka yang keluar tidak bergeser atau berubah.
Lihat Juga :