Kecurangan Pemilu, Banjir Jakarta, dan Kisah Dyah Suraprabawa

Minggu, 18 Februari 2024 - 04:48 WIB
loading...
A A A
Belum lagi seabrek masalah mulai dari kacaunya distribusi logistik pemilu, temuan surat suara yang sudah tercoblos,kinerja petugas dan lembaga penyelenggara Pemilu yang amburadul, aplikasi Sirekap KPU yang tidak sesuai harapan, hingga banyaknya kesalahan dalam proses input data hingga terjadi penggelembungan perolehan suara salah satu pasangan capres dan caleg, membuat legitimasi Pemilu kali ini tercoreng.

Ketua KPU Hasyim Asy'ari dalam rilisnya menyebutkan, per 15 Februari 2024, sudah 43% atau 358.775 TPS yang telah melaporkan perolehan suara. Dan ada 2.325 TPS yang salah input data perolehan suara, atau 0,64% dari total TPS yang ada. Dan ini masih diverifikasi oleh pihak KPU.

baca juga: Cara Melapor Kecurangan Pemilu 2024 Lewat HP, Begini Tahapannya

Legitimasi Pemilu adalah hal yang niscaya. Namun jika hasil Pemilu menjadi satu-satunya tujuan tanpa melihat proses pelaksanaan Pemilu yang fair dan adil, maka bisa dipastikan legitimasi itu sulit dicapai. Ditambah seabrek masalah bahkan praktik kecurangan yang nyata ada dan terbeber di depan mata namun diabaikan, makin membuat legitimasi Pemilu 2024 patut disangsikan.

Memang tak ada gading yang tak retak, setiap pelaksanaan Pemilu pasti tak luput dari masalah. Namun, membiarkan praktik kecurangan dan manipulasi terjadi di depan mata, ini sudah termasuk kategori pelanggaran, penghianatan atas kepercayaan yang diberikan masyarakat.

Intrik dan Siasat Busuk Merebut Kekuasaan

Tak bisa dipungkiri, sejak dulu kala praktik kecurangan, intrik busuk, tipu muslihat, dan berbagai bentuk kejahatan lainnya dalam upaya merengkuh kekuasaan, seperti sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang memang senang berbuat itu. Dengan jumawa dipertontonkan, menjadi kebanggaan bahkan dipestakan bak legacy bagi mereka yang bangga tadi.

baca juga: Cerita Dirty Vote, Film Dokumenter tentang Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

Riwayat Dyah Suraprabawa yang naik tahta Majapahit pada 1466 M, salah satu yang bisa dijadikan gambaran bagaimana praktik kecurangan atau intrik busuk meraih kekuasaan dilakukan. Memang tidak pakai acara Pemilu atau perang terlebih dulu. Tapi tindakan sepihak itu sudah sangat mencederai arti dari sebuah kepercayaan.

Dyah Suraprabawa atau yang dikenal Brawijaya IV, menyusun rencana "kudeta" itu dengan sangat matang. Jauh-jauh hari menggalang dukungan di lingkar dalam istana dan luar istana dengan merangkul beberapa pembesar berpengaruh untuk dijadikan koalisi, bahkan ketika Sang Raja Girishawardhana Dyah Suryawikrama masih hidup.

Maka ketika saat yang dinantikan itu tiba (Raja Girishawardhana mangkat), dengan segera Dyah Suraprabawa mengumumkan ke publik bahwa dirinyalah pengganti raja, hal yang tidak dibayangkan oleh anak-anak Sinagara sebelumnya-keputusan sepihak yang sangat memukul hati Dyah Samarawijaya. Dan wajar setelah dua tahun kemudian (1468 M) mereka akhirnya hengkang dari istana untuk menggalang kekuatan di Jinggan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Bonatua Ungkap Alasan...
Bonatua Ungkap Alasan Gugat Penyelenggara Pemilu hingga UGM terkait Legalisir Ijazah Jokowi
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
DPD Perindo Jaktim Optimistis...
DPD Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027, Matangkan Struktur lewat Rakorda
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Akan Gugat KPU terkait Ijazah Jokowi
Rekomendasi
Paraguay Bak Main Tarkam...
Paraguay Bak Main Tarkam di Piala Dunia 2026, Orlando Gill: Bola Boleh Lewat, Kaki Jangan!
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Berita Terkini
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved