alexametrics

TGB: Jangan Kaitkan Pilihan Politik Kapitra dengan Keislamannya

loading...
TGB: Jangan Kaitkan Pilihan Politik Kapitra dengan Keislamannya
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), meminta semua pihak tak mengaitkan pilihan politik Kapitra Ampera dengan kadar keislamannya. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), meminta semua pihak tak mengaitkan pilihan politik Kapitra Ampera dengan kadar keislamannya. Sebelumnya Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto memastikan bahwa Pengacara Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mencalonkan diri menjadi bakal caleg dari PDIP.

"Ya kita bersilaturahim lah baik-baik apapun pandangan politiknya. Sekali lagi, jangan ada statement-statement yang menganggap orang kadar imannya kurang, kadar Islamnya cacat," ujar TGB usai jumpa pers soal Konferensi Internasional Moderasi Islam di RM Taliwang Bersama,Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

TGB mengatakan perbedaan pilihan politik tak boleh dijadikan dasar untuk menilai keislaman seseorang. Dan juga tidak boleh ada yang mengklaim sebagai pihak yang lebih dicintai Allah serta lebih Islam karena berbeda pandangan politiknya.

"Karena di dalam bangsa, ahli sunah, para ulama, bahwa begitu orang itu bersyahadat, ya sudah dia muslim dan bahkan kalaupun ada saudara kita yang non muslim pun dalam konteks kita Indonesia, itu saudara kita semua sebangsa yang harus kita hormati," terangnya.

Diketahui, Kapitra sendiri tak menolak jika memang dicalonkan menjadi calon anggota legislatif oleh PDIP. Namun dia mengajukan beberapa syarat.

Yakni mewakili keislamannya di dalam partai. Kedua karena mayoritas Republik Indonesia umat Islam, aspirasi umat Islam yang ia wakili harus didengar. Kemudian mampu menjembatani kebaikan orang di dalam maupun luar partai.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak