alexametrics

Jokowi Didukung 6 Parpol, PDIP Sebut Koalisi Oposisi Tak Pasti

loading...
Jokowi Didukung 6 Parpol, PDIP Sebut Koalisi Oposisi Tak Pasti
Politikus PDIP Ahmad Basarah menggambarkan konstelasi politik jelang Pilpres 2019 sebagai pertarungan antara keberlanjutan versus ketidakpastian. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Politikus PDIP Ahmad Basarah menggambarkan konstelasi politik jelang datangnya masa pendaftaran capres dan cawapres Pemilu 2019 sebagai pertarungan antara keberlanjutan versus ketidakpastian.

Tesis itu didasarkan pada fakta semakin kuat dan terkonsolidasinya koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan masih gamangnya kelompok penantang Jokowi.

Hal itu dikatakan Basarah dalam diskusi bertajuk Konstalasi Politik Jelang Pemilu 2019 dan Prosper Alih Generasi Kepemimpinan Nasional di Pemilu 2024 di Auditorium Gedung SINDO, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

"Ukuran koalisi per tanggal 18 ini, baru koalisi pendukung Pak Jokowi yang sudah pasti. Berisi enam parpol yang memiliki kursi di parlemen dan dua parpol baru," kata Basarah.



Basarah menuturkan, hingga hari ini sebanyak enam partai politik (Parpol) di parlemen telah menyampaikan dukungan resmi ke Jokowi. Mulai PDIP, NasDem, Golkar, PPP, Hanura, hingga PKB dengan segala manuver politiknya, akhirnya melabuhkan dukungan ke petahana.

Selain itu, Jokowi juga mendapat amunisi tambahan dari dua partai baru yakni Perindo dan PSI. Sementara ketidakpastian yang dimaksud Basarah adalah belum terkonsolidasinya kekuatan penantang Jokowi. Gerindra dan PKS misalnya, masih gamang dalam menentukan capres dan cawapres yang akan diusung.

"Sementara PAN dan Demokrat belum bersikap. Pilpres 2019 ini ibarat pertarungan keberlanjutan vs ketidakpastian," ucap Basarah.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak