Haris Pertama Jubir TPN: Kecurangan 1997 saat Rezim Soeharto Mirip dengan Pemilu 2024
Kamis, 15 Februari 2024 - 23:48 WIB
loading...
Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Haris Pertama menilai potret kecurangan Pemilu 1997 hampir mirip dengan kondisi seperti sekarang ini. Foto/Dok KNPI
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Haris Pertama menilai potret kecurangan Pemilu 1997 hampir mirip dengan kondisi seperti sekarang ini. Masyarakat dapat melihat dugaan kecurangan Pilpres 2024 dimulai dari pelanggaran konstitusi, proses pencapresan, dan lain sebagainya.
Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal menyatakan akan cawe-cawe dalam urusan Pemilu 2024. “Pada Pemilu 1997 kecurangan rezim penguasa hanya menggunakan birokrasi hingga aparat,” ujar Haris Pertama, Kamis (15/2/2024).
Namun kini, dugaan kecurangan semakin masif, seperti mempercepat realisasi bansos, dugaan melakukan intimidasi kepada akademisi dan mahasiswa yang mengkritik rezim pemerintah, dan lain sebagainya. “Ada dugaan kecurangan pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif yang diduga dilakukan untuk memenangkan Prabowo-Gibran,” tegas Haris.
Baca juga: Timnas AMIN Anggap Kecurangan Pilpres 2024 Jauh Lebih Dahsyat
Ketua Umum DPP KNPI ini mengatakan, pada Pemilu 1997 parpol peserta yang melakukan protes terhadap kecurangan sejak awal, proses kampanye, dan penghitungan suara. “Sementara pada Pilpres 2024, guru besar dan sivitas akademisi mempelopori rasa prihatin atas adanya pelanggaran etika dan moral yang merusak tata demokrasi dan tata negara,” ungkapnya.
Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal menyatakan akan cawe-cawe dalam urusan Pemilu 2024. “Pada Pemilu 1997 kecurangan rezim penguasa hanya menggunakan birokrasi hingga aparat,” ujar Haris Pertama, Kamis (15/2/2024).
Namun kini, dugaan kecurangan semakin masif, seperti mempercepat realisasi bansos, dugaan melakukan intimidasi kepada akademisi dan mahasiswa yang mengkritik rezim pemerintah, dan lain sebagainya. “Ada dugaan kecurangan pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif yang diduga dilakukan untuk memenangkan Prabowo-Gibran,” tegas Haris.
Baca juga: Timnas AMIN Anggap Kecurangan Pilpres 2024 Jauh Lebih Dahsyat
Ketua Umum DPP KNPI ini mengatakan, pada Pemilu 1997 parpol peserta yang melakukan protes terhadap kecurangan sejak awal, proses kampanye, dan penghitungan suara. “Sementara pada Pilpres 2024, guru besar dan sivitas akademisi mempelopori rasa prihatin atas adanya pelanggaran etika dan moral yang merusak tata demokrasi dan tata negara,” ungkapnya.
Lihat Juga :