Usman Hamid Soroti Sejumlah Kecurangan dan Kerawanan Pilpres 2024
Selasa, 13 Februari 2024 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebenarnya pemilihan umum menjadi hal yang kita punya untuk menegakkan demokrasi. Namun itu bisa terjadi bila pemilihan umum dapat berlangsung secara benar dan adil.
"Kalau kebebasan kita sudah merosot, oposisi parlemen kita sudah tidak ada, sebenarnya satu-satunya yang kita punya dalam demokrasi Indonesia setelah kita menjalani reformasi adalah sistem pemilihan umum," kata dia.
Sistem pemilihan umum itu adalah satu indikator utama apakah sebuah negara bisa disebut negara demokrasi. Selama negara tersebut bisa melakukan pemilihan yang langsung secara jujur dan adil, maka masih bisa disebut negara demokrasi.
"Tapi hari ini kita lihat kita masih ragu dengan integritas demokrasi yang dipenuhi dengan kecurangan administratif, kecurangan politik, ini akan kita saksikan besok bagaimana pemilihan itu akan berlangsung, tentu saya berharap tidak ada kerusuhan elektoral, kekerasan elektoral, konflik elektoral apalagi sampai terjadi apa yang diprediksi oleh Prafesor Rahmat Syafaat dari Universitas Brawijaya, sebagai kaos, sebagai kemungkinan terjadinya kaos," tutup Usman.
"Kalau kebebasan kita sudah merosot, oposisi parlemen kita sudah tidak ada, sebenarnya satu-satunya yang kita punya dalam demokrasi Indonesia setelah kita menjalani reformasi adalah sistem pemilihan umum," kata dia.
Sistem pemilihan umum itu adalah satu indikator utama apakah sebuah negara bisa disebut negara demokrasi. Selama negara tersebut bisa melakukan pemilihan yang langsung secara jujur dan adil, maka masih bisa disebut negara demokrasi.
"Tapi hari ini kita lihat kita masih ragu dengan integritas demokrasi yang dipenuhi dengan kecurangan administratif, kecurangan politik, ini akan kita saksikan besok bagaimana pemilihan itu akan berlangsung, tentu saya berharap tidak ada kerusuhan elektoral, kekerasan elektoral, konflik elektoral apalagi sampai terjadi apa yang diprediksi oleh Prafesor Rahmat Syafaat dari Universitas Brawijaya, sebagai kaos, sebagai kemungkinan terjadinya kaos," tutup Usman.
(maf)
Lihat Juga :